Aparat keamanan haji Arab Saudi menangkap lima warga Malaysia yang mencoba masuk ke Kota Suci Makkah tanpa izin haji resmi pada musim haji 2026. Seperti diberitakan oleh Cahaya, kelima penduduk tersebut kedapatan berusaha menembus pemeriksaan petugas melalui jalur tidak resmi.
Para pelanggar memanfaatkan jalan tanah dan wilayah lembah untuk menghindari pos penjagaan. Pasukan keamanan haji langsung mengamankan mereka dan memulai proses hukum atas pelanggaran regulasi yang berlaku di Arab Saudi.
Direktorat Jenderal Mujahideen Arab Saudi menegaskan bahwa seluruh aturan penyelenggaraan haji musim 2026 wajib dipatuhi oleh semua pihak. Langkah ini diambil demi menjaga keamanan serta keselamatan seluruh jemaah di Tanah Suci.
Otoritas Saudi mengingatkan bahwa setiap bentuk pelanggaran aturan haji akan berujung pada sanksi hukum yang tegas. Pemerintah Arab Saudi dalam beberapa pekan terakhir memang memperketat pengawasan akses menuju Makkah guna mencegah masuknya jemaah tanpa izin resmi.
Pengawasan ketat ini dilakukan tidak hanya di jalan utama. Aparat juga memantau jalur-jalur alternatif seperti jalan tidak beraspal, area pegunungan, hingga lembah yang kerap digunakan untuk menghindari pemeriksaan.
Direktorat Jenderal Mujahideen turut mengajak masyarakat dan penduduk di Arab Saudi untuk membantu melaporkan pelanggaran aturan haji. Laporan dapat disampaikan melalui nomor darurat 911 di wilayah Makkah, Madinah, Riyadh, dan Provinsi Timur, serta nomor 999 untuk wilayah lainnya.
Langkah pengamanan ketat ini menjadi bagian dari strategi Arab Saudi untuk memastikan pelaksanaan ibadah haji berlangsung aman dan tertib. Selain itu, pengetatan ini bertujuan agar jumlah jemaah sesuai dengan kapasitas resmi yang telah ditetapkan pemerintah.