Angkatan Laut Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla dan Tahan Relawan

Angkatan Laut Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla dan Tahan Relawan
Foto: Ilustrasi Angkatan Laut Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla dan Tahan Relawan.

Angkatan Laut Israel dilaporkan mencegat armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang sedang berlayar menuju Jalur Gaza melalui Laut Mediterania. Insiden di perairan internasional ini memicu ketegangan baru terkait pengiriman bantuan untuk Palestina.

Seperti dikutip dari Media Indonesia, Kantor Berita Yonhap mengabarkan bahwa seorang aktivis asal Korea Selatan bernama Kim Dong-hyeon diduga turut ditahan dalam operasi tersebut. Kelompok sipil pendukung Palestina menyebut kapal Kyriakos X yang membawa Kim dicegat di dekat Siprus pada Senin (18/5) malam waktu Seoul.

Kim diyakini ditahan di atas kapal perang Israel bersama sejumlah aktivis internasional lainnya. Selain Kim Dong-hyeon, aktivis Korea Selatan lainnya bernama Kim Ah-hyun yang berada di kapal berbeda juga terancam disita otoritas Israel.

Misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ini melibatkan lebih dari 50 kapal dengan membawa 426 peserta dari 39 negara, termasuk Indonesia, Turki, Jerman, dan Amerika Serikat. Di dalam rombongan tersebut, terdapat sembilan relawan asal Indonesia yang ikut ditangkap.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat armada kemanusiaan internasional tersebut. Pihak Kemlu menyatakan tengah menyiapkan langkah darurat untuk menyelamatkan para warga negara Indonesia (WNI).

Desakan serupa datang dari Komisi I DPR RI yang meminta pemerintah segera mengambil langkah diplomasi aktif. Anggota Komisi I DPR Cindy Monica Salsabila Setiawan meminta Kemlu bertindak tegas demi membebaskan sembilan WNI yang ditahan.

"DPR Desak Diplomasi Tegas Lindungi 9 WNI di Global Sumud Flotilla yang Ditahan Israel 19/5/2026 14:11 Anggota Komisi I DPR Cindy Monica Salsabila Setiawan mendesak Kemlu ambil langkah diplomatik aktif bebaskan 9 WNI, termasuk jurnalis di Global Sumud Flotilla yang ditahan Israel."

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin juga meminta pemerintah segera menempuh diplomasi darurat pascapenangkapan para relawan kemanusiaan tersebut.

"Komisi I DPR Desak Kemenlu Tempuh Diplomasi Darurat usai WNI Misi Gaza Ditangkap Israel 19/5/2026 09:29 Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta pemerintah segera mengambil langkah diplomasi darurat setelah sejumlah WNI relawan kemÓª¥Óª¿Óºüsiaan menuju Gaza ditangkap militer Israel."

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menekankan bahwa upaya pembebasan jurnalis dan relawan harus segera dilakukan.

"Komisi I DPR: Upaya Pembebasan WNI yang Disandera Israel di Kapal Misi Gaza Harus Segera Dilakukan 18/5/2026 20:01 Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta meminta pemerintah segera bertindak membebaskan jurnalis Republika dan aktivis WNI yang disandera militer Israel."

Kecaman Penahanan Jurnalis Indonesia

Di antara sembilan WNI yang ditahan, terdapat tiga jurnalis Indonesia yang ikut serta dalam pelayaran. Dua di antaranya merupakan jurnalis Republika, yaitu Bambang Noroyono dan Thoudy Badai.

Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia untuk segera bertindak mengatasi penangkapan para pewarta berita tersebut di perairan internasional.

"Tiga Jurnalis Indonesia di Global Sumud Flotilla Ditangkap Israel, Dewan Pers Desak Pemerintah Bertindak 19/5/2026 14:00 TIGA jurnalis Indonesia ditangkap militer Israel setelah kapal rombongan Global Sumud Flotila 2.0 dicegat Angkatan Laut Israel di perairan internasional, Senin (18/5) malam waktu Jakarta."

Pengurus Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat turut mengecam keras tindakan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang melakukan pencegatan armada Global Sumud Flotilla 2026.

"Kapal Kemanusiaan Dicegat Israel, PFI Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia di Perairan Internasional 19/5/2026 10:19 PENGURUS Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat mengecam keras aksi militer Israel (IDF) yang mencegat kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 di perairan internasional."

Pihak Republika menilai tindakan intersepsi kapal oleh militer Israel ini telah melanggar hukum internasional secara nyata.

"Republika Nilai Intersepsi Global Sumud Flotilla oleh Israel Langgar Hukum Internasional 18/5/2026 18:36 Ia mengatakan, dalam rombongan misi kemÓª¥Óª¿Óºüsiaan tersebut terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai."

Armada bantuan Global Sumud ini sebelumnya bertolak dari distrik Marmaris, Turki, pada Kamis pekan lalu untuk menembus blokade Gaza yang terjadi sejak 2007. Insiden pencegatan ini terjadi di tengah peringatan PBB mengenai krisis pendanaan yang membuat distribusi bantuan pangan di Gaza semakin terbatas.

"PBB Peringatkan Dampak Serius Krisis Dana bagi Warga Gaza 19/5/2026 12:12 PBB mengungkap krisis pendanaan membuat distribusi bantuan pangan dan layanan kemanusiaan di Gaza serta Tepi Barat semakin terbatas di tengah memburuknya konflik Palestina."

Artikel terkait

Rekomendasi