Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ikhtiar batin melalui amalan sholawat dan ibadah harian guna mempermudah langkah menuju Baitullah, sebagaimana ditekankan dalam panduan keagamaan pada Minggu (19/4/2026). Amalan ini menjadi solusi spiritual bagi individu yang memiliki keterbatasan ekonomi namun berkeinginan kuat menunaikan rukun Islam kelima.
Sholawat dinilai memiliki kedudukan tinggi karena mampu membuka pintu rezeki serta menjadi sebab turunnya rahmat Allah SWT. Melalui buku Fadilah Selawat Menuju Cinta Kepada Rasulullah karya Zulfa Maulida, dijelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan langsung hambanya untuk bersholawat.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan." tulis kutipan Al-Ahzab ayat 56 dalam sumber tersebut.
Selain perintah dalam Al-Qur'an, landasan amalan ini juga merujuk pada hadits yang diriwayatkan oleh Muslim mengenai balasan bagi mereka yang bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
"Barang siapa yang bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali." ujar Rasulullah SAW dalam riwayat tersebut.
Terdapat pula bacaan khusus yang dikenal sebagai sholawat haji untuk memohon kemudahan berkunjung ke makam Nabi dan Ka'bah dalam kondisi sehat walafiat. Sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui arsip detikHikmah, bacaan tersebut berfokus pada permohonan keberkahan bagi keluarga dan sahabat Nabi.
"Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas junjungan kami Muhammad dengan berkah sholawat yang dapat menyampaikan kami dengannya untuk berkunjung ke rumah-Mu yang mulia dan mengunjungi makam nabi-Mu, atasnya sholawat dan salam yang paling utama dalam kelembutan, sehat, selamat, dan tercapai cita-citanya, serta berkahilah dan salam untuk keluarganya dan sahabat-sahabatnya." bunyi doa tersebut.
Selain sholawat, terdapat amalan lain yang memiliki keutamaan setara dengan ibadah haji dan umrah. H Brilly El-Rasheed dalam bukunya merinci bahwa menetap di masjid untuk berdzikir setelah salat Subuh berjamaah hingga terbit matahari merupakan salah satunya.
"Barang siapa yang melaksanakan salat Subuh berjamaah, kemudian setelah itu menetap di masjid berdzikir kepada Allah sampai terbit matahari, kemudian salat dua rakaat, maka baginya pahala haji dan umrah secara sempurna, sempurna, sempurna." kata Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Tirmidzi.
Langkah menuju masjid untuk menunaikan salat wajib juga disejajarkan dengan pahala haji. Hal ini diperkuat oleh riwayat Thabrani dari Abu Hurairah RA mengenai nilai ibadah berjamaah tersebut.
"Siapa yang berjalan menuju salat wajib berjamaah, maka ia seperti berhaji. Siapa yang berjalan menuju salat sunnah, maka ia seperti melakukan umrah yang sunnah." ucap Rasulullah SAW.
Keadaan suci saat keluar dari rumah untuk beribadah juga menjadi poin penting dalam meraih pahala besar. Nabi Muhammad SAW memberikan penekanan pada niat yang murni saat menuju tempat ibadah.
"Barang siapa keluar dari rumahnya dalam keadaan sudah bersuci untuk salat fardhu maka pahalanya seperti pahala orang haji yang berihram. Dan barang siapa keluar untuk salat dhuha dia tidak bermaksud kecuali itu, maka pahalanya seperti pahala orang yang berumrah. Dan salat sesudah salat yang tidak ada perbuatan sia-sia di antara keduanya ditulis di dalam kitab 'Illiyyin." tutur Nabi Muhammad SAW.
Aktivitas pendidikan agama di masjid juga memiliki nilai yang tidak kalah besar. Keinginan untuk belajar atau mengajarkan kebaikan menjadi salah satu jalan mendapatkan pahala yang utuh.
"Siapa yang berangkat ke masjid yang ia inginkan hanyalah untuk belajar kebaikan atau mengajarkan kebaikan, ia akan mendapatkan pahala haji yang sempurna hajinya." jelas Rasulullah SAW melalui riwayat Abu Umammah RA.
Zikir setelah salat juga menjadi solusi bagi umat yang memiliki keterbatasan finansial dibandingkan mereka yang mampu berhaji dan bersedekah. Kisah ini bermula ketika kaum miskin mengadu kepada Rasulullah SAW mengenai perbedaan derajat mereka dengan kaum kaya.
"Maukah kalian aku ajarkan suatu amalan yang dengan amalan tersebut kalian akan mengejar orang yang mendahului kalian dan dengannya dapat terdepan dari orang yang setelah kalian. Dan tidak ada seorang pun yang lebih utama daripada kalian, kecuali orang yang melakukan hal yang sama seperti yang kalian lakukan. Kalian bertasbih, bertahmid, dan bertakbir di setiap akhir salat sebanyak tiga puluh tiga kali." terang Rasulullah SAW dalam riwayat tersebut.