Alasan Tekstur Chewy dan Creamy Sangat Disukai dalam Hidangan Dessert

Alasan Tekstur Chewy dan Creamy Sangat Disukai dalam Hidangan Dessert
Foto: Ilustrasi Alasan Tekstur Chewy dan Creamy Sangat Disukai dalam Hidangan Dessert.

Tren kuliner saat ini tengah didominasi oleh hidangan pencuci mulut atau dessert dengan tekstur yang kenyal sekaligus lembut. Berbagai makanan seperti mochi, boba, hingga kukis Dubai yang viral menjadi bukti bahwa sensasi di mulut memegang peranan penting bagi konsumen.

Dilansir dari Detik Health, pengalaman makan seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh rasa manis, tetapi juga oleh tekstur makanan tersebut. Tekstur yang kenyal atau chewy dan lembut atau creamy sering kali dianggap memberikan kepuasan lebih dibandingkan tekstur makanan biasa.

Dalam bidang ilmu pangan, tekstur chewy memaksa seseorang untuk melakukan proses pengunyahan yang lebih lama. Hal ini menyebabkan mulut serta otak menerima stimulasi sensorik yang jauh lebih intens selama aktivitas makan berlangsung.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Food Quality and Preference menegaskan bahwa tekstur adalah elemen krusial yang memengaruhi penerimaan seseorang terhadap makanan. Otak secara aktif memproses tingkat elastisitas, kelembutan, hingga sensasi tarikan saat makanan dikunyah.

Selain itu, proses mengunyah yang lebih lama pada makanan kenyal dapat memperlambat kecepatan makan seseorang. Mengutip studi dalam jurnal Physiology & Behavior, durasi mengunyah yang lebih panjang memiliki kaitan erat dengan peningkatan rasa kenyang serta kepuasan batin setelah makan.

Elemen audio juga berperan dalam kenikmatan ini. Jurnal Food Quality and Preference melalui studi sensory eating menunjukkan bahwa otak ikut memproses suara kunyahan serta perubahan tekstur yang terjadi di dalam rongga mulut.

Kombinasi tersebut membuat makanan seperti boba atau chewy cookie terasa lebih memuaskan. Sensasi kenyal yang bertahan lama memberikan pengalaman kuliner yang lebih menarik daripada makanan yang teksturnya cepat hancur atau hilang saat digigit.

Kenyamanan dari Sensasi Creamy

Di sisi lain, tekstur creamy yang identik dengan kehalusan dan sifat yang mudah lumer juga sangat digemari. Tekstur ini sering kali memberikan efek menenangkan atau comforting bagi siapa saja yang mengonsumsinya.

Sensasi yang dirasakan di dalam mulut atau mouthfeel meningkat drastis berkat tekstur yang lembut ini. Makanan pun terasa lebih mewah dan memanjakan lidah, terutama karena kandungan lemak di dalamnya yang berfungsi memperkuat aroma serta rasa hidangan.

Berdasarkan riset yang dimuat dalam jurnal Flavour, lemak memegang peran kunci dalam menciptakan pengalaman makan yang menyenangkan. Lemak memengaruhi persepsi rasa dan tekstur sehingga makanan creamy terasa lebih mantap dibandingkan cairan yang lebih encer.

Penjelasan lain datang dari jurnal Current Opinion in Food Science yang menyebutkan bahwa otak cenderung mengasosiasikan tekstur halus dengan rasa nyaman. Oleh sebab itu, banyak makanan penenang seperti es krim, puding, dan mousse memiliki dasar tekstur yang lembut.

Perpaduan antara rasa manis dan kelembutan tekstur menciptakan kombinasi sinergis yang diterima oleh otak sebagai bentuk kenikmatan tinggi. Meski demikian, perlu diingat bahwa dessert dengan tekstur menarik ini biasanya mengandung kalori dan gula yang tinggi sehingga porsinya tetap harus diperhatikan.

Artikel terkait

Rekomendasi