Buruh dan Nelayan Gelar Aksi May Day Kreatif di Depan Gedung DPR RI

Buruh dan Nelayan Gelar Aksi May Day Kreatif di Depan Gedung DPR RI
Foto: Ilustrasi Buruh dan Nelayan Gelar Aksi May Day Kreatif di Depan Gedung DPR RI.

Aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day berlangsung di depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, pada Jumat 1 Mei 2026.

Demonstrasi ini menampilkan berbagai bentuk protes simbolis yang menarik perhatian publik, sebagaimana dikutip dari Megapolitan.

Salah satu atribut yang mencolok adalah kehadiran replika yang menyerupai figur Donald Trump, dengan ciri khas baju hitam, wajah merah, dan rambut kuning.

Patung tersebut diletakkan di atas platform beroda dan dikelilingi kerucut lalu lintas tepat di depan gerbang utama kompleks parlemen.

Selain replika tokoh, massa aksi juga membawa miniatur kapal nelayan beroda yang mengusung aspirasi dari masyarakat pesisir Jakarta.

Kapal tersebut dihiasi bendera bertema One Piece serta spanduk besar yang menuntut perlindungan ruang hidup nelayan dan penghentian proyek merugikan di wilayah pesisir.

Spanduk bertajuk "8 Amarah Dari Teluk & Pesisir Jakarta" tersebut memuat sejumlah tuntutan utama kepada pemerintah.

Poin-poin tuntutan yang disuarakan dalam aksi tersebut meliputi penghentian seluruh proyek perampasan pesisir dan pencabutan kebijakan privatisasi laut.

Massa juga mendesak pengakuan wilayah tangkap nelayan sebagai hak yang tidak bisa digusur, serta penghentian intimidasi dan kriminalisasi terhadap warga pesisir.

Aspek pemulihan ekologi Teluk Jakarta dan perlindungan ekosistem laut turut menjadi sorotan dalam daftar aspirasi tersebut.

Poin lainnya menekankan jaminan sosial penuh bagi nelayan, petambak, dan perempuan pesisir, serta pelibatan rakyat secara nyata dalam setiap pengambilan keputusan.

Ekspresi Keresahan Sosial dan Ekonomi

Rizal (34), salah satu peserta aksi, menjelaskan bahwa simbol-simbol dalam demonstrasi merupakan refleksi kegelisahan masyarakat atas kondisi saat ini.

"Kami ingin menunjukkan bahwa persoalan buruh tidak berdiri sendiri. Ada keterkaitan dengan isu lingkungan, pesisir, dan ruang hidup masyarakat kecil," ujar Rizal.

Senada dengan Rizal, Ria (29) yang merupakan anggota komunitas pesisir Jakarta menekankan pentingnya keterlibatan publik dalam setiap kebijakan.

"Lewat aksi ini, kami ingin suara kami benar-benar didengar," kata Ria.

Aksi May Day tahun ini menjadi wadah solidaritas bagi berbagai kelompok, mulai dari pekerja industri hingga komunitas nelayan yang menghadapi persoalan serupa.

Akibat jumlah massa yang membludak, arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto sempat ditutup sementara oleh pihak kepolisian.

Kendaraan diarahkan menuju Jalan Asia Afrika dan jalur alternatif lainnya guna mengurangi kepadatan di sekitar lokasi aksi.

Hingga pukul 15.00 WIB, orasi masih terus disampaikan dari atas mobil komando sementara sebagian peserta beristirahat di badan jalan.

Artikel terkait

Rekomendasi