Ahmad Basarah Soroti Ancaman Neo-Kolonialisme pada Peringatan KAA

Ahmad Basarah Soroti Ancaman Neo-Kolonialisme pada Peringatan KAA
Foto: Ilustrasi Ahmad Basarah Soroti Ancaman Neo-Kolonialisme pada Peringatan KAA.

Ketua DPP PDI-P Ahmad Basarah menegaskan bahwa praktik kolonialisme saat ini telah bertransformasi menjadi bentuk neo-kolonialisme dalam seminar peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Sekolah Partai PDI-P, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).

Fenomena ini disebut mencakup berbagai aspek kehidupan bernegara, mulai dari dominasi sektor ekonomi hingga adanya ketimpangan dalam tekanan geopolitik antarnegara di dunia sebagaimana dilansir dari Nasional.

"Hari ini, kita dihadapkan pada kenyataan bahwa kolonialisme belum sepenuhnya berakhir. Ia bertransformasi menjadi neo-kolonialisme. Hadir dalam bentuk dominasi ekonomi, ketergantungan teknologi, hegemoni informasi, serta tekanan geopolitik yang tidak seimbang," ujar Ahmad Basarah, Ketua DPP PDI-P.

Basarah memberikan sorotan khusus terhadap berbagai krisis keamanan dan rivalitas kekuatan besar yang tengah terjadi di panggung internasional saat ini. Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro hingga agresi militer terhadap Iran menjadi contoh nyata ketimpangan global yang masih terjadi.

"Krisis geopolitik global yang kita saksikan saat ini, mulai dari konflik bersenjata, rivalitas kekuatan besar antara Amerika Serikat dan Tiongkok, perang Rusia-Ukraina, agresi militer Amerika Serikat-Israel terhadap Iran, penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, blokade Amerika terhadap Kuba, hingga ketimpangan global, menunjukkan bahwa dunia masih jauh dari cita-cita keadilan yang diperjuangkan dalam Semangat Bandung," tutur Ahmad Basarah, Ketua DPP PDI-P.

Legislator PDI-P tersebut menilai situasi krisis global membuat prinsip-prinsip yang dirumuskan di Bandung pada April 1955 tetap krusial untuk diterapkan. Ia mengingatkan kembali penegasan Soekarno mengenai hak setiap bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri tanpa adanya campur tangan asing.

"Dalam pidatonyo yang menggugah, ÔÇÿLahirkan Asia Baru dan Afrika BaruÔÇÖ, Bung Karno menegaskan bahwa kemerdekaan dan perdamaian adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Perdamaian adalah prasyarat bagi kemerdekaan. Sebab, tanpa kemerdekaan, eh tanpa perdamaian, kemerdekaan akan hilang makna dan nilainya," kata Ahmad Basarah, Ketua DPP PDI-P.

Implementasi nilai-nilai tersebut dianggap sebagai pondasi utama dalam membangun hubungan antarnegara yang beradab. Basarah menyebutkan bahwa gerakan tersebut telah memicu kesadaran kolektif bangsa-bangsa di berbagai belahan dunia untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan.

"Saudara sekalian yang saya hormati, Gerakan Asia Afrika pada hakikatnya adalah gerakan moral dan politik untuk melawan kolonialisme dan imperialisme dalam segala bentuknya. Dia melahirkan solidaritas global, membangkitkan kesadaran kolektif, serta mendorong lahirnya gelombang besar dekolonisasi di berbagai belahan dunia," pungkas Ahmad Basarah, Ketua DPP PDI-P.

Artikel terkait

Rekomendasi