PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) berencana melepas kepemilikan 720,38 juta lembar saham atau setara 47,99 persen pada tambang batubara Kestrel Coal Group Pty Ltd di Australia pada Rabu (15/4/2026).
Pelepasan aset melalui anak usaha Adaro Capital Limited (ACL) tersebut melibatkan pembayaran tunai di muka senilai US$ 1,85 miliar atau setara Rp 31,7 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.168 per dolar AS.
Dilansir dari Detik Finance, struktur transaksi juga mencakup pembayaran kontingen maksimal senilai US$ 550 juta atau sekitar Rp 9,44 triliun yang akan disetorkan secara tahunan dalam kurun waktu lima tahun pasca-penyelesaian transaksi.
"Upfront cash consideration sebesar US$ 1.850 juta yang akan dibayarkan pada saat tanggal penyelesaian transaksi, dengan tunduk pada penyesuaian berdasarkan syarat dan ketentuan dalam SPA," kata Sekretaris Perusahaan AADI, Ray Aryaputra, melalui Keterbukaan Informasi.
Ray menambahkan bahwa dana tambahan berupa contingent cash consideration akan dibayarkan tahunan selama periode lima tahun sejak tanggal penyelesaian transaksi tersebut terlaksana secara resmi.
Manajemen menegaskan bahwa divestasi ini merupakan langkah strategis untuk mendukung pelaksanaan rencana bisnis dan investasi jangka panjang perseroan di masa mendatang.
Pihak AADI memastikan aksi korporasi besar ini tidak akan memberikan dampak material yang merugikan terhadap aspek operasional, hukum, maupun kondisi keuangan perusahaan saat ini.
Emiten yang dipimpin oleh Garibaldi Thohir tersebut diketahui pertama kali mengakuisisi tambang Kestrel pada tahun 2018 guna memperluas basis produksi batubara di luar wilayah Indonesia.
Langkah penjualan ini menjadi bagian dari penataan ulang portofolio investasi perusahaan di sektor energi internasional sesuai dengan dinamika strategi bisnis terbaru.