Adaro Andalan Indonesia Divestasi Seluruh Saham Tambang Kestrel Rp41 Triliun

Adaro Andalan Indonesia Divestasi Seluruh Saham Tambang Kestrel Rp41 Triliun
Foto: Ilustrasi Adaro Andalan Indonesia Divestasi Seluruh Saham Tambang Kestrel Rp41 Triliun.

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) resmi menjual seluruh kepemilikan sahamnya sebesar 47,99 persen di tambang batu bara Kestrel, Australia, kepada Yancoal senilai 2,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp41 triliun.

Langkah strategis pelepasan aset luar negeri ini dilakukan melalui anak usahanya, Adaro Capital Limited (ACL), dengan menandatangani perjanjian jual beli definitif pada 14 April 2026, seperti dilansir dari Investortrust.

Kesepakatan tersebut mencakup pembayaran tunai di muka sebesar 1,85 miliar dolar AS atau setara Rp31 triliun, sedangkan sisanya berupa pembayaran bersyarat selama lima tahun ke depan yang bergantung pada harga patokan batu bara.

Melalui transaksi ini, perusahaan batu bara asal Indonesia tersebut berniat melunasi utang warisan senilai 404 juta dolar AS kepada induk usahanya, PT Adaro Energy Tbk (ADRO), serta mengalihkan fokus modal ke proyek domestik seperti pengembangan Pari dan Ratah.

Sekretaris Perusahaan AADI, Ray Aryaputra, membenarkan aksi korporasi tersebut dalam keterbukaan informasi kepada regulator.

"fair valuation"

Penjualan ini diproyeksikan memberikan keuntungan satu kali sebesar 158 million dolar AS bagi AADI, yang berpotensi mendorong kenaikan laba bersih perusahaan hingga 8 persen pada tahun 2026.

"Price-Linked Contingent Payment"

Meskipun tambang Kestrel memiliki sisa umur operasional sekitar 27 tahun, volatilitas regulasi dan harga di Australia membuat strategi pencairan aset ini dinilai lebih menarik bagi likuiditas perusahaan.

"rosy"

Proses penyelesaian divestasi ini ditargetkan rampung pada kuartal ketiga tahun 2026, yang akan membuat struktur modal AADI menjadi lebih ramping dan likuid.

Artikel terkait

Rekomendasi