Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina Saat Parade Juara Barcelona

Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina Saat Parade Juara Barcelona
Foto: Ilustrasi Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina Saat Parade Juara Barcelona.

Penyerang muda Barcelona, Lamine Yamal, tertangkap kamera mengibarkan bendera Palestina saat mengikuti parade perayaan gelar juara LaLiga dan Piala Super Spanyol pada Senin (11/5). Aksi tersebut dilakukan pemain berusia 18 tahun itu di atas bus terbuka yang berkeliling kota Barcelona, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.

Yamal terlihat memegang tongkat dengan bendera Palestina yang berkibar selama momen kemenangan klub asal Catalan tersebut. Tindakan sang pemain menjadi sorotan publik mengingat isu tersebut sering menjadi pembicaraan sensitif di lingkup sepak bola profesional Eropa.

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, memberikan tanggapan terkait sikap politik yang ditunjukkan oleh anak asuhnya tersebut di depan umum. Flick memberikan kebebasan kepada Yamal untuk mengekspresikan diri karena sang pemain dianggap sudah memasuki usia dewasa.

"Ini adalah hal-hal yang biasanya tidak saya sukai. Saya sudah membicarakannya dengannya dan saya sudah bilang kepadanya bahwa jika dia ingin melakukannya, itu keputusan dia sendiri, dia sudah berusia 18 tahun," kata Hansi Flick, mengutip Marca.

Juru taktik asal Jerman tersebut menekankan pentingnya fokus terhadap performa di lapangan hijau sebagai prioritas utama tim. Penegasan itu dilakukan guna menjaga ekspektasi publik terhadap tanggung jawab profesional para pemain Barcelona.

"Kami berkomitmen untuk bermain sepakbola dan kami harus mempertimbangkan apa yang diharapkan orang-orang dari kami," katanya.

Kasus serupa terkait dukungan terhadap Palestina sebelumnya pernah terjadi di liga-liga besar Eropa dengan konsekuensi yang beragam bagi para pelatih maupun pemain. Anwar El Ghazi sempat diputus kontraknya oleh klub Bundesliga, Mainz 05, pada 2023 setelah menyuarakan pembelaan kepada Palestina.

Namun, El Ghazi akhirnya memenangkan gugatan di Pengadilan Arbitrase atas tindakan pemutusan kontrak sepihak tersebut. Sementara di Inggris, Arsenal melakukan langkah tegas dengan memecat Mark Bonnick, seorang kit man yang telah bekerja selama 22 tahun, karena alasan serupa melalui media sosial.

Sama seperti El Ghazi, Bonnick dilaporkan membawa kasus pemecatan oleh klub berjuluk The Gunners itu ke meja hijau untuk mendapatkan keadilan hukum.

Artikel terkait

Rekomendasi