Serial X-Men '97 Siapkan Alur Age of Apocalypse di Season 2

Serial X-Men '97 Siapkan Alur Age of Apocalypse di Season 2
Foto: Ilustrasi Serial X-Men '97 Siapkan Alur Age of Apocalypse di Season 2.

Serial animasi populer dari Marvel Studios, X-Men '97, memberikan kejutan besar pada penutupan musim pertamanya. Akhir cerita tersebut membuka peluang besar bagi tim produksi untuk mengadaptasi salah satu narasi komik paling fenomenal, yaitu Age of Apocalypse.

Dilansir dari Detikcom, terdapat indikasi kuat bahwa versi serial ini tidak akan menjadi jiplakan persis dari materi sumber komik aslinya. Perbedaan ini terlihat dari posisi terakhir para karakter utama pada akhir musim pertama.

Tim X-Men saat ini terbagi ke dalam dua masa yang berbeda. Magneto, Professor X, dan beberapa anggota lainnya terlempar ke era Mesir Kuno pada tahun 3000 SM, di mana mereka bertemu dengan sosok En Sabah Nur muda yang nantinya menjadi Apocalypse.

Di sisi lain, Cyclops dan Jean Grey terdampar di masa depan yang sangat jauh, tepatnya pada tahun 3960 M, bersama karakter Cable. Pembagian latar waktu ini menjadi landasan baru bagi pengembangan cerita di musim kedua.

Dalam versi komik asli, alur Age of Apocalypse tercipta karena insiden yang melibatkan Legion, putra Charles Xavier. Legion secara tidak sengaja membunuh ayahnya di masa lalu, yang menyebabkan Apocalypse berkuasa karena absennya kelompok X-Men.

Namun, situasi dalam X-Men '97 Season 2 tampak berbeda. Kehadiran anggota X-Men di Mesir Kuno memberikan ruang bagi mereka untuk berinteraksi langsung dengan asal-usul Apocalypse sejak awal perjalanannya.

Berbagai spekulasi menyebutkan bahwa alur ini akan menjadi sebuah pembuatan ulang yang unik. Alih-alih dunia hancur karena kematian Xavier, linimasa baru mungkin terbentuk akibat intervensi langsung para X-Men di masa lalu.

Kembalinya Apocalypse dan Nasib Gambit

Kehadiran sosok Apocalypse di era modern atau tahun 1997 telah dikonfirmasi melalui adegan pascakredit. Adegan tersebut memperlihatkan dirinya berada di lokasi reruntuhan Genosha yang telah hancur.

Apocalypse terlihat memegang kartu Queen milik Gambit yang sebelumnya telah gugur dalam pertempuran. Hal ini memicu teori kuat di kalangan penggemar bahwa Gambit akan dibangkitkan kembali sebagai salah satu dari empat ksatria setianya, yaitu Death.

Musim kedua diprediksi akan mengeksplorasi perubahan sejarah yang drastis secara naratif. Dengan tim yang tersebar di masa lalu dan masa depan, kisah Age of Apocalypse versi animasi ini kemungkinan besar menggabungkan elemen perjalanan waktu yang kompleks.

Produser dan penulis serial tampaknya ingin memberikan penghormatan pada karya klasik tahun 90-an tersebut. Meski demikian, mereka tetap menyisipkan elemen kejutan agar penonton lama tetap merasakan ketegangan dan rasa penasaran.

Fokus utama dari narasi ini tetap tertuju pada pertentangan antara takdir dan pilihan. Tema tersebut merupakan ciri khas yang selalu melekat dalam perjalanan panjang serial X-Men hingga saat ini.

Artikel terkait

Rekomendasi