Wuling Targetkan Pangsa Pasar 2,5 Persen Melalui Peluncuran Eksion

Wuling Targetkan Pangsa Pasar 2,5 Persen Melalui Peluncuran Eksion
Foto: Ilustrasi Wuling Targetkan Pangsa Pasar 2,5 Persen Melalui Peluncuran Eksion.

Wuling Motors berupaya mempertahankan dominasi di pasar otomotif Indonesia dengan meluncurkan model elektrifikasi terbaru bernama Eksion untuk memperkuat volume penjualan sepanjang tahun 2026. Strategi ini diambil guna menjaga stabilitas pangsa pasar di tengah fluktuasi ekonomi nasional.

Data retail sales menunjukkan Wuling telah mendistribusikan sebanyak 3.643 unit kendaraan ke konsumen dengan perolehan pangsa pasar sebesar 1,7 persen selama kuartal pertama 2026. Pencapaian tersebut menempatkan pabrikan asal China ini pada urutan ke-12 merek mobil terlaris di Indonesia sebagaimana dilansir dari Detik Oto.

Kehadiran Eksion sebagai SUV tujuh penumpang dengan opsi Battery Electric Vehicles (BEV) serta Plug-in Hybrid Electric Vehicles (PHEV) diharapkan menjadi motor penggerak utama. Meski menambah lini produk, manajemen perusahaan memilih untuk bersikap realistis dalam mematok proyeksi pertumbuhan tahunan.

"Pangsa pasar kita mencoba maintain di 2,5% sama dengan tahun lalu," kata Ricky di Jakarta Selatan.

Penetapan target tersebut merujuk pada performa tahun 2025 di mana Wuling berhasil mengirimkan 20.607 unit mobil ke tangan konsumen. Hasil tersebut membawa Wuling menduduki peringkat kesembilan dalam daftar merek terlaris, bersaing dengan BYD yang menguasai 5,3 persen pangsa pasar.

Sektor otomotif saat ini menghadapi berbagai tekanan eksternal yang memengaruhi biaya produksi dan daya beli. Beberapa faktor penghambat meliputi kenaikan harga bahan baku plastik, fluktuasi nilai tukar mata uang, hingga penyesuaian kebijakan tarif perpajakan yang belum stabil.

"Ya ini masih sulit kami prediksi ya karena tadi ada faktor perubahan tarif, kemudian juga kita masih memonitor untuk permintaan pasar," kata Ricky.

Marketing Director Wuling Motors tersebut juga menyoroti siklus musiman yang biasanya memengaruhi volume distribusi pada periode tertentu. Penurunan tren biasanya terjadi setelah melewati masa libur panjang dan pendistribusian Tunjangan Hari Raya (THR).

"Terutama di Q2 biasanya tren tahunan itu biasanya lebih rendah daripada Q1 karena sudah melewati masa libur, lebaran atau masa THR."

Optimisme tetap dijaga oleh pihak pabrikan meskipun kondisi pasar pada kuartal kedua diprediksi akan penuh tantangan. Perusahaan berharap adanya pergerakan positif pada sisa semester kedua tahun ini demi mencapai target yang telah ditentukan.

"Tapi kita berharap pasar bisa positif di Q2 dan juga bahkan Q3 dan Q4 lah," tambah dia.

Artikel terkait

Rekomendasi