PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA berhasil mencatatkan penurunan total utang sebesar Rp 2,97 triliun atau setara 7,4 persen pada kuartal I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dilansir dari Kompas pada Kamis (30/4/2026), pengurangan beban finansial tersebut mencakup utang mitra kerja dan utang berbunga.
Secara rinci, penurunan kewajiban ini terdiri atas utang kepada mitra kerja senilai Rp 2,01 triliun serta utang berbunga sebesar Rp 959,72 miliar. Langkah efisiensi tersebut merupakan bagian dari strategi transformasi perusahaan guna memperkuat fundamental keuangan dan menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan.
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, menegaskan bahwa pencapaian ini membuktikan keseriusan manajemen dalam memenuhi kewajiban finansial. Penurunan utang dilakukan beriringan dengan perolehan kontrak baru yang mencapai Rp 2,53 triliun atau tumbuh 17,2 persen secara tahunan.
"Hal ini menunjukkan komitmen Perseroan untuk terus merealisasikan pemenuhan kewajiban kepada mitra kerja dan kreditur," terang Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito (BW), dalam rilis, Kamis (30/4/2026).
Agung menambahkan bahwa peningkatan margin operasi dan efisiensi biaya usaha sebesar 10,5 persen menunjukkan hasil positif dari transformasi internal. WIKA juga membukukan total penjualan Rp 3,90 triliun dengan peningkatan gross profit margin menjadi 9,1 persen.
"Peningkatan margin dan efisiensi ini menjadi bukti bahwa langkah transformasi yang dijalankan mulai memberikan hasil positif. Perseroan akan terus fokus pada penguatan fundamental operasional dan disiplin keuangan untuk mendorong kinerja yang lebih sehat dan berkelanjutan," tambah Agung Budi Waskito.
Saat ini posisi kontrak berjalan perseroan berada di angka Rp 33,89 triliun dengan fokus utama pada segmen infrastruktur, gedung, serta energi. Manajemen berencana melanjutkan strategi pemilihan proyek secara selektif dan penguatan tata kelola arus kas untuk menjaga keberlanjutan bisnis ke depan.