Ancaman degradasi kini membayangi West Ham United setelah menelan kekalahan 1-3 saat bertandang ke markas Newcastle United pada pertandingan pekan ke-37 Liga Inggris 2025-2026 di Stadion St James' Park, Minggu (17/5/2026) malam WIB.
Hasil buruk tersebut, sebagaimana dilansir dari Bola, menahan posisi skuad berjuluk The Hammers di peringkat ke-18 klasemen sementara dengan raihan 36 poin. Skuad asuhan Nuno Espirito Santo kini terpaut dua angka dari Tottenham Hotspur yang berada tepat di atas mereka.
Kondisi ini memaksa West Ham United harus memenangkan laga pamungkas kontra Leeds United sembari mengharapkan Tottenham Hotspur menelan kekalahan dari Chelsea dan Everton demi bertahan di kompetisi kasta tertinggi. Performa The Hammers di lapangan memicu kritik tajam karena dinilai terlalu mudah memberikan poin penuh bagi tim tuan rumah.
Mantan pemain Manchester United, Roy Keane memberikan analisis mendalam mengenai jalannya laga melalui saluran Sky Sports. Ia menilai tim tamu gagal memanfaatkan performa Newcastle United yang sebenarnya sedang mengalami penurunan.
"Ini adalah tim Newcastle yang belum tampil cemerlang akhir-akhir ini dan Anda memberikan kemenangan kepada mereka," jelas Roy Keane, Mantan Pemain Manchester United.
Ia juga menyoroti keterlambatan respons para pemain di lapangan yang baru mencoba bangkit setelah tertinggal tiga gol tanpa balas dari lawan.
"Mereka akhirnya mencoba, tetapi sangat mudah untuk mencoba ketika Anda sudah tertinggal 3-0. Pertandingan sudah berakhir," tambah Roy Keane, Mantan Pemain Manchester United.
Menurutnya, mentalitas bertanding yang ditunjukkan sejak awal laga sama sekali tidak mencerminkan karakteristik sebuah tim yang sedang memperjuangkan nasib agar lolos dari jurang degradasi.
"Ini tentang bagaimana mereka memulai pertandingan. Itu bukanlah tim yang berjuang untuk bertahan hidup," tambah Roy Keane, Mantan Pemain Manchester United.
Keane mengamati bahwa masalah utama timbul akibat runtuhnya kepercayaan diri pemain pasca kekalahan dramatis dari Arsenal pada pekan sebelumnya. Hal itu berdampak langsung pada hilangnya konsentrasi dan terciptanya sejumlah kesalahan fatal.
"Jelas sekali mereka kurang percaya diri. Seolah-olah mereka belum pulih dari kekalahan akhir pekan lalu [melawan Arsenal]. Keputusan wasit pekan lalu merugikan mereka, seolah-olah mereka mengasihani diri sendiri," jelas Roy Keane, Mantan Pemain Manchester United.
Ia menambahkan bahwa West Ham United justru memberikan gol-gol mudah bagi lawan alih-alih bermain disiplin dan menjaga kerapatan lini pertahanan di lapangan.
"Bermain kompak, sulit dikalahkan, dan tetap fokus dalam permainan. Mereka justru melakukan sebaliknya. Mereka memberikan gol cuma-cuma dan klasemen tidak bohong. Tidak cukup baik. Pengambilan keputusannyaÔÇöitu seperti permainan anak sekolah," tambah Roy Keane, Mantan Pemain Manchester United.
Dua gol yang bersarang ke gawang tim tamu dalam kurun waktu 19 menit pertama dianggap menjadi bukti nyata hilangnya intensitas permainan.
"Tidak ada intensitas, tidak ada keinginan. Berjuang untuk hidup mereka? Mereka tidak menunjukkannya," tambah Roy Keane, Mantan Pemain Manchester United.
Ia menyayangkan pendekatan awal pertandingan yang dinilai sangat buruk untuk tim yang berada di zona merah.
"Memulai permainan seperti itu, jaraknya sangat jauh ke belakang," tambah Roy Keane, Mantan Pemain Manchester United.
Merespons situasi tersebut, Manajer West Ham United, Nuno Espirito Santo mengakui bahwa kekalahan ini memberikan pukulan telak bagi seluruh elemen tim. Ia menganggap kemarahan yang ditunjukkan oleh para suporter di stadion merupakan reaksi yang sangat wajar.
"Tentu saja ini sangat menyakitkan. Ini adalah pekerjaan kami, ini adalah hidup kami, tetapi para penggemar benar dan hari ini mereka menunjukkan kemarahan dan frustrasi mereka dan mereka punya alasan untuk itu," kata Nuno Espirito Santo, Pelatih West Ham United.
Meski peluang bertahan di Premier League semakin menipis, sang manajer tetap menuntut komitmen penuh dari anak asuhnya untuk menutup sisa kompetisi musim ini dengan performa yang terhormat.
"Itulah mengapa minggu ini kita harus menyelesaikan musim dengan bermartabat dan menghormati para penggemar," kata Nuno Espirito Santo, Pelatih West Ham United.
Ia menegaskan bahwa tim akan tetap fokus mempersiapkan laga berikutnya sambil menunggu perkembangan dinamika persaingan di papan klasemen.
"Segalanya mungkin terjadi. Mari kita tunggu hari Selasa. Meskipun sulit, kita masih hidup. Mari kita lihat. Masih ada harapan. Tapi yang terpenting adalah rasa hormat," jelas Nuno Espirito Santo, Pelatih West Ham United.
Pelatih asal Portugal tersebut menyimpulkan bahwa pekan terakhir kompetisi akan terasa sangat berat lantaran kemenangan atas Leeds United pun belum tentu bisa mengamankan posisi mereka dari degradasi.
"Penampilan buruk dan hari yang buruk bagi kami. Ini akan menjadi minggu yang sulit ke depan. Setelah hari ini, akan menjadi minggu yang sangat sulit," tutup Nuno Espirito Santo, Pelatih West Ham United.