Misi besar diusung oleh Kapten Timnas Jepang, Wataru Endo, menjelang bergulirnya putaran final Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Skuad Samurai Biru bertekad meruntuhkan dominasi negara-negara elite sepak bola demi mengukir sejarah baru bagi benua Asia.
Gelaran ini menjadi sangat spesial bagi bintang Liverpool tersebut karena mempertemukannya dengan banyak rekan seklub di fase grup. Seperti dilansir dari Suara, Jepang tergabung dalam Grup F bersama Belanda dan Swedia.
Pertandingan pembuka Grup F akan langsung menyajikan reuni panas antara Wataru Endo dan jajaran pemain andalan Timnas Belanda yang berkarier di Anfield. Gelandang berusia 33 tahun itu harus berhadapan dengan tembok kokoh Virgil van Dijk serta barisan penyerang seperti Cody Gakpo, Ryan Gravenberch, dan Jeremie Frimpong.
ÔÇ£Sebelum undian grup, Cody Gakpo sempat bercanda seperti, ÔÇÿMungkin kita bakal satu grup.ÔÇÖ Dan itu benar-benar terjadi. Banyak pemain Belanda di Liverpool seperti Virg (van Dijk), Jeremie Frimpong, dan Ryan Gravenberch,ÔÇØ ujar Endo dikutip dari laman resmi Liverpool.
Pertemuan antara Jepang dan Belanda dijadwalkan berlangsung di Stadion Dallas pada Senin, 15 Juni 2026. Laga ini diprediksi menjadi salah satu tontonan yang paling menyita perhatian publik.
Tantangan berat bagi armada Hajime Moriyasu tidak berhenti sampai di situ. Pada laga pamungkas grup yang berlangsung akhir Juni, Jepang dijadwalkan bersua Swedia yang diperkuat oleh penyerang tajam Alexander Isak.
Di antara dua pertandingan berat melawan wakil Eropa tersebut, Timnas Jepang juga wajib mempertahankan kewaspadaan penuh saat menghadapi Tunisia. Duel kontra Tunisia akan digelar di Stadion Monterrey demi mengamankan poin krusial untuk lolos dari fase grup.
Bagi Wataru Endo, edisi kali ini merupakan panggung Piala Dunia ketiganya sepanjang karier profesional. Sebelumnya, mantan pemain Stuttgart ini telah memperkuat Jepang pada edisi 2018 di Rusia dan 2022 di Qatar.
Ambisi Lampaui Rekor Babak 16 Besar
Pelatih Hajime Moriyasu mematok target tinggi agar anak asuhnya mampu melangkah lebih jauh dari pencapaian terbaik mereka terdahulu. Sepanjang sejarah keikutsertaannya, Jepang tercatat sudah empat kali mencapai babak 16 besar namun selalu kandas di fase gugur tersebut.
Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, langkah mengesankan Samurai Biru terhenti secara tragis lewat drama adu penalti melawan Kroasia setelah bermain imbang 1-1. Catatan kelam tersebut kini menjadi motivasi tambahan bagi seluruh elemen tim.
ÔÇ£As a player for the Japanese team, we feel we can do and achieve something, or even surprise the world. The World Cup is always difficult to play and every team is really strong, every country is also really ready for the tournament,ÔÇØ tegas Endo.
Endo optimistis bahwa peningkatan kualitas individu para pemain Jepang di kompetisi top Eropa menjadi modal utama untuk mematahkan keraguan dunia. Berbekal kedisiplinan taktik serta mentalitas juang yang matang, tim yang kini bertengger di papan atas ranking FIFA tersebut siap membuktikan bahwa sepak bola Asia telah setara dengan kekuatan tradisional dunia.