Indeks utama bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Selasa (28/4/2026) waktu setempat akibat tekanan laporan kinerja internal OpenAI serta lonjakan harga minyak dunia yang menahan laju pasar modal. Berdasarkan data yang dilansir dari Money, koreksi ini terjadi setelah indeks sempat menyentuh rekor tertinggi.
Indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 0,49 persen sehingga berada pada posisi 7.138,80. Sementara itu, Nasdaq Composite yang didominasi oleh perusahaan teknologi mencatat pelemahan lebih tajam sebesar 0,9 persen ke level 24.663,80 pada penutupan perdagangan tersebut.
Dow Jones Industrial Average juga berakhir di zona merah dengan koreksi tipis 25,86 poin atau 0,05 persen menjadi 49.141,93. Penurunan pada indeks ini tertahan oleh penguatan signifikan saham Coca-Cola yang melonjak hampir 4 persen setelah pengumuman laba perusahaan melampaui ekspektasi pasar.
Sentimen negatif pasar diperparah oleh laporan mengenai pertumbuhan pendapatan dan pengguna baru OpenAI yang berada di bawah target internal perusahaan. Hal ini memicu kekhawatiran terhadap prospek sektor kecerdasan buatan dan dampaknya terhadap kontrak komputasi di masa depan.
Chief Investment Officer Integrated Partners, Stephen Kolano, memberikan pandangan bahwa pelemahan ini berkaitan erat dengan perilaku investor yang cenderung mengamankan keuntungan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi rilis data keuangan dari para raksasa teknologi dunia dalam waktu dekat.
"Ini lebih kepada aksi ambil untung sebagai langkah hati-hati menjelang laporan laba yang akan diumumkan besok," ujar Stephen Kolano, Chief Investment Officer Integrated Partners.
Kondisi ini berdampak langsung pada penurunan saham sektor semikonduktor, di mana ETF VanEck Semiconductor merosot sekitar 3 persen. Sejumlah emiten besar seperti Nvidia turun lebih dari 1 persen, sementara Broadcom, Advanced Micro Devices, dan Oracle mencatatkan koreksi antara 3 hingga 4 persen.
Pasar juga dipengaruhi oleh faktor eksternal terkait ketidakpastian geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan pengiriman utusan khusus ke Pakistan untuk membahas gencatan senjata dengan Iran. Meskipun demikian, terdapat sinyal diskusi mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz oleh pemerintah AS.
Di sisi lain, harga minyak mentah mengalami lonjakan signifikan yang menambah beban pada pasar saham. Kontrak West Texas Intermediate (WTI) tercatat naik lebih dari 3 persen ke angka 99,93 dollar AS per barrel, sedangkan minyak Brent menguat 2,8 persen menjadi 111,26 dollar AS per barrel.
Agenda pasar selanjutnya akan berfokus pada laporan kinerja kuartalan emiten teknologi besar. Alphabet, Amazon, Meta Platforms, dan Microsoft dijadwalkan merilis laporan pada hari Rabu, yang kemudian akan diikuti oleh Apple pada hari Kamis.