Bursa saham Amerika Serikat ditutup dengan hasil bervariasi pada perdagangan Rabu (29/4/2026) waktu setempat akibat pengaruh lonjakan harga minyak mentah dan pengumuman kebijakan bank sentral. Para investor terpantau mencermati keputusan suku bunga serta laporan kinerja emiten besar yang dirilis usai penutupan pasar.
Dilansir dari Money, indeks Dow Jones Industrial Average mengalami pelemahan sebesar 280,12 poin atau 0,57 persen menuju level 48.861,81. Penurunan tipis juga dialami S&P 500 sebesar 2,82 poin ke posisi 7.135,98, sedangkan Nasdaq Composite menguat 9,44 poin ke level 24.673,24.
Sektor energi menjadi penopang utama dalam S&P 500 yang dipicu oleh kenaikan harga komoditas minyak. Sebaliknya, penurunan terdalam dicatatkan oleh sektor utilitas dan material. Volume perdagangan di bursa AS tercatat mencapai 16,37 miliar saham, angka yang lebih rendah dibandingkan rata-rata 20 hari perdagangan terakhir.
Pada pergerakan saham individu, Robinhood Markets anjlok 13,2 persen setelah melaporkan laba kuartal pertama yang tidak mencapai ekspektasi pasar. Sementara itu, Seagate Technology melonjak 11,1 persen berkat proyeksi kuartal keempat yang optimistis, diikuti kenaikan SanDisk sebesar 6,2 persen dan Western Digital sebesar 5,6 persen.
Kenaikan signifikan juga terjadi pada saham Starbucks yang tumbuh 8,5 persen setelah perusahaan merevisi proyeksi laba tahunan ke arah yang lebih tinggi. Gejolak di pasar modal terjadi seiring pernyataan kebijakan bank sentral AS yang mengisyaratkan bahwa keputusan mempertahankan suku bunga merupakan salah satu yang paling kontroversial sejak 1992.
Ketidakpastian pasar semakin meningkat akibat potensi blokade pelabuhan Iran yang diinstruksikan Presiden Donald Trump, sehingga memicu kekhawatiran pasokan energi global di Selat Hormuz. Kondisi ini diprediksi akan memengaruhi pola belanja masyarakat dalam jangka panjang.
ÔÇ£Semakin lama konflik di Iran berlangsung dan harga energi tetap tinggi, serta ketidakpastian global bertahan, maka akan muncul ekspektasi bahwa kondisi ini akan memengaruhi pola belanja. Pada titik tertentu, dampaknya akan tecermin dalam laporan kinerja perusahaan berikutnya,ÔÇØ ujar Matthew Keator, mitra pengelola di Keator Group.
Keator menambahkan bahwa meskipun angka kinerja kuartal lalu penting, fokus utama pasar saat ini terletak pada pandangan korporasi mengenai belanja modal masa depan. Hal ini terutama berkaitan dengan integrasi kecerdasan buatan dalam model bisnis perusahaan teknologi raksasa.
ÔÇ£Tentu saja, angka-angka itu penting, tetapi fokus utama bukan hanya pada kinerja kuartal lalu, melainkan pada prospek ke depan, terutama terkait belanja modal dan bagaimana kecerdasan buatan akan memengaruhi model bisnis mereka,ÔÇØ kata Keator.
Di sektor teknologi, saham Alphabet menguat lebih dari 3 persen dalam perdagangan lanjutan, sementara Meta Platforms terkoreksi lebih dari 6 persen. Dari data ekonomi makro, pesanan baru barang modal inti melonjak 3,3 persen pada Maret 2026, yang merupakan kenaikan bulanan terbesar sejak Juni 2020.