Kebijakan baru dihadirkan menjelang gelaran Piala Dunia 2026 bagi masyarakat lokal di Kota New York. Pemerintah setempat meluncurkan program tiket terjangkau demi mengatasi keluhan seputar melambungnya harga menonton turnamen sepak bola akbar tersebut.
Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, memelopori langkah ini melalui kesepakatan khusus bersama FIFA. Seperti dikutip dari Suara, kerja sama tersebut menyediakan 1.000 lembar tiket yang dialokasikan khusus bagi warga setempat.
Setiap tiket dijual dengan harga 50 dolar AS dan memberikan akses untuk menonton rangkaian pertandingan di MetLife Stadium. Fasilitas ini mencakup lima laga di babak penyisihan grup serta dua pertandingan pada fase gugur, ditambah akomodasi transportasi bus gratis menuju stadion.
Distribusi tiket murah ini menerapkan metode lotre demi menjamin keadilan akses bagi masyarakat kelas pekerja. Pemerintah kota memberlakukan pembatasan kuota registrasi harian dengan jumlah maksimal 50.000 pendaftar guna menjaga kelancaran proses pengundian.
Langkah preventif juga disiapkan untuk menangkal praktik percaloan yang kerap memanfaatkan tingginya harga di pasar gelap. Tiket pertandingan baru akan diserahkan dan ditayangkan secara langsung kepada penonton di lokasi keberangkatan bus menjelang laga dimulai.
Realisasi program ini melewati proses negosiasi yang alot selama berbulan-bulan antara pihak pemerintah kota dan panitia tuan rumah New York/New Jersey. FIFA sempat mengkhawatirkan kebijakan ini akan memicu tuntutan serupa dari kota penyelenggara lainnya.
Namun, kepastian program ini akhirnya tercapai berkat hubungan baik antara Wali Kota Mamdani dan Presiden FIFA Gianni Infantino.
"Piala Dunia akan segera tiba di halaman belakang kami, dan kami ingin memastikan kelas pekerja New York memiliki kesempatan untuk menjadi bagian darinya," ujar Mamdani dalam pernyataan resminya dikutip dari Goal Internasional, Jumat (22/5/2026).
Apresiasi dari Penggawa Tim Nasional
Peluncuran program tiket murah ini diselenggarakan di kawasan Harlem, sebuah wilayah yang memiliki basis komunitas sepak bola Afrika yang besar. Agenda tersebut turut dihadiri oleh dua pemain Timnas Amerika Serikat, Tim Weah dan Mark McKenzie.
Sebelumnya, Tim Weah sempat menyuarakan kritik terhadap mahalnya biaya mengagumi laga Piala Dunia 2026 karena dinilai menjauhkan pencinta sepak bola sejati dari arena pertandingan.
"Sepak bola seharusnya bisa dinikmati semua orang. Banyak penggemar sejati akan melewatkan pertandingan karena harga tiket," ujar Weah dalam wawancara pada Januari lalu.
Kini, penyerang yang merumput bersama Juventus tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah taktis pemerintah kota.
"Kesempatan ini sangat membantu komunitas dan warga New York secara keseluruhan," kata Weah.
Wilayah New York/New Jersey dipastikan memegang peranan krusial sebagai salah satu pusat utama turnamen karena terpilih menjadi lokasi partai final. Piala Dunia 2026 sendiri menjadi edisi terbesar dalam sejarah yang mementaskan 104 pertandingan di 16 kota tuan rumah.