Gelandang Paris Saint-Germain, Vitinha, kini memikul tanggung jawab besar sebagai jenderal lapangan tengah tim nasional Portugal. Dirinya merasa sangat optimis mampu membawa negaranya mengukir sejarah baru pada turnamen akbar Piala Dunia 2026 nanti, seperti dikutip dari Suara.
Kombinasi komposisi pemain senior dan junior menjadi senjata utama Selecao das Quinas untuk tampil mendominasi. Skuad asuhan Roberto Martinez ini dinilai memiliki kedalaman tim yang sangat menakutkan bagi lawan.
Pilar penting seperti Bruno Fernandes dan Ruben Dias kini bersanding dengan talenta muda berbakat sekelas Joao Neves. Kehadiran Cristiano Ronaldo yang tetap bugar di usia 41 tahun kian melengkapi kekuatan mereka.
"Memiliki generasi berbeda dalam skuad yang sama sangatlah penting. Kami memiliki pengalaman, kemudaan, kualitas, dan determinasi. Ketika Anda menggabungkan semua materi itu, hal tersebut hanya akan menghasilkan sesuatu yang sangat baik." kata Vitinha kepada FIFA.
Vitinha menegaskan bahwa dirinya siap memegang peran yang jauh lebih krusial dibandingkan edisi sebelumnya. Ekspektasi tinggi dari publik sepak bola dunia justru menjadikannya kian termotivasi di lapangan.
Sebagai bagian dari generasi baru Portugal, sang pemain melihat dirinya kini memegang peran yang jauh lebih aktif dan penting dari sebelumnya. Dirinya menikmati tanggung jawab tersebut demi memenuhi ekspektasi publik.
Antusiasme tinggi tengah dirasakan oleh sang gelandang menjelang bergulirnya kompetisi sepak bola paling bergengsi tersebut. Target pribadinya adalah mendapatkan menit bermain yang lebih banyak untuk membuktikan kapasitas terbaiknya.
"Saya sangat bersemangat karena saya sangat ingin bermain di Piala Dunia ini. Ini akan menjadi yang kedua bagi saya, dan saya berharap bisa mendapatkan menit bermain lebih banyak dan peran yang lebih penting di dalam tim. Saya tidak sabar menunggu ini dimulai, ini adalah jenis kegembiraan yang positif." ujar Vitinha.
Pemain tengah andalan PSG ini menginginkan dunia melihat karakter asli dari permainan kolektif timnas Portugal. Kualitas teknik yang tinggi wajib diimbangi dengan etos kerja keras sepanjang turnamen.
"Banyak kualitas. Saya pikir orang-orang langsung mengenali hal itu karena itu adalah bagian dari siapa kami. Namun yang terpenting, saya ingin mereka melihat kerja keras dan determinasi. Kualitas datang secara alami kepada kami. Keinginan dan kerja keras adalah hal-hal yang harus kami investasikan dan kendalikan sendiri. Jika orang-orang melihat hal itu di tim Portugal, itu akan menjadi hal yang sangat baik." tutur Vitinha.
Faktor Detail dan Ambisi Bersama Cristiano Ronaldo
Meskipun dihuni banyak generasi hebat pada masa lampau, negara ini tercatat belum pernah mengangkat trofi emas tersebut. Masalah detail kecil dan faktor keberuntungan dinilai menjadi pembeda pada laga-laga krusial.
"Terkadang semuanya bermuara pada detail. Ini bukan tentang masalah struktural atau masalah yang lebih besar. Anda juga membutuhkan sedikit keberuntungan ÔÇô tidak bisa dipungkiri hal itu." ucap Vitinha.
Sinergi tim saat ini diyakini sudah berada di jalur yang tepat untuk meraih prestasi tertinggi. Kerja keras terus dilakukan agar mereka siap menghadapi segala situasi di atas lapangan hijau.
"Sejujurnya, saya masih agak muda untuk mengingat sepenuhnya generasi-generasi tersebut, tetapi Portugal memiliki kualitas yang sangat besar saat itu dan masih memilikinya sekarang. Kami memiliki semua yang dibutuhkan untuk mencapai hal-hal besar. Kami bekerja keras agar, ketika saatnya tiba, kami bisa mendapatkan sedikit keberuntungan dan mendekati kemenangan Piala Dunia." jelas Vitinha.
Kesempatan berada satu ruang ganti dengan megabintang global seperti Cristiano Ronaldo dinilai sebagai sebuah anugerah. Pengaruh positif sang kapten memberikan dampak luar biasa terhadap mentalitas bertanding seluruh pemain.
"Luar biasa. Dia adalah salah satu pemain terbesar dalam sejarah. Saya sangat bangga bisa berbagi ruang ganti dengannya, belajar darinya, dan menyaksikan profesionalismenya setiap hari. Saya berharap kami bisa memenangkan Piala Dunia bersamanya dan untuknya juga." kata Vitinha.
Kedisplinan tinggi yang ditunjukkan Ronaldo menjadi teladan utama bagi para punggawa muda Selecao. Sang kapten selalu memastikan kondisi fisiknya berada di level maksimal sebelum peluit pertandingan dibunyikan.
"Terutama caranya memandang sepak bola: sangat profesional dan serius. Dia tidak membiarkan apa pun terjadi karena kebetulan. Dia melangkah ke lapangan dengan mengetahui bahwa dia 100 persen siap dan telah melakukan segala kemungkinan untuk tim." puji Vitinha.
Skenario impian skuad Portugal tentu saja membawa pulang trofi juara ke tanah air mereka. Kendati demikian, Vitinha tidak ingin timnya terlalu terbebani oleh target final sejak awal.
"Kami hanya ingin menang. Kami tahu ini akan sulit, tetapi kami juga tahu tidak ada gunanya terlalu memikirkan final atau mengangkat trofi saat ini, meskipun itu adalah tujuan kami. Kami harus mengambil langkah demi langkah. Itu selalu menjadi pendekatan terbaik. Saat ini, fokus kami harus pada babak penyisihan grup. Jika kami melakukannya dengan baik di sana, maka kami dapat mulai melihat lebih jauh ke depan." kata Vitinha.
Sebelum menjadi figur sentral, Vitinha tercatat hanya tampil tiga kali pada ajang Piala Dunia Qatar 2022 lalu. Saat itu langkah negaranya harus terhenti secara mengejutkan oleh Maroko di babak perempat final.