VinFast Tunggu Hasil Investigasi Tabrakan Taksi Green SM di Bekasi

VinFast Tunggu Hasil Investigasi Tabrakan Taksi Green SM di Bekasi
Foto: Ilustrasi VinFast Tunggu Hasil Investigasi Tabrakan Taksi Green SM di Bekasi.

Produsen otomotif VinFast mengumumkan komitmennya untuk menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang terkait kecelakaan kereta api fatal yang melibatkan taksi Green SM di perlintasan Bekasi, Jawa Barat, pada 27 April 2026.

Insiden maut tersebut melibatkan tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di emplasemen Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.52 WIB. Berdasarkan data terakhir yang dilansir dari Otomotif, peristiwa tersebut mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan puluhan korban lainnya mengalami luka-luka.

Pihak manajemen merek kendaraan listrik ini menyatakan bahwa proses investigasi menyeluruh saat ini sedang digarap oleh kepolisian bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Tentu kami bersimpati dan menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian tersebut. Saat ini prosesnya masih dalam tahap investigasi oleh pihak berwenang, KNKT, kepolisian, dan beberapa instansi terkait,ÔÇØ ujar Kariyanto Hardjosoemarto, CEO VinFast Indonesia di Jakarta pada Rabu (20/5/2026).

Penyediaan data internal dari produsen menjadi bentuk dukungan penuh perusahaan terhadap kerja tim penyelidik di lapangan.

ÔÇ£Green SM merupakan sister company sekaligus customer kami. Tetapi sebagai brand holder dan pemilik produk, tentu kami berkolaborasi dan mendukung seluruh proses penyelidikan dengan memberikan data yang kami miliki,ÔÇØ kata Kariyanto Hardjosoemarto.

Keputusan akhir mengenai penyebab maupun detail teknis dari kecelakaan tersebut sepenuhnya diserahkan kepada instansi yang berwenang.

ÔÇ£Hasil akhirnya seperti apa nanti tentu statement akan diberikan oleh pihak terkait, dalam hal ini KNKT,ÔÇØ ujarnya.

Struktur korporasi Green SM di Indonesia sendiri berada dalam ekosistem VinFast bersama VinFast Automobile selaku pengelola pabrik Subang, VinFast Trading Indonesia untuk distribusi, serta jaringan pengisian daya V-Green.

ÔÇ£Green SM Indonesia itu perusahaan taksi terpisah, ada CEO-nya sendiri dan perusahaan sendiri. Jadi bagi kami, Green SM adalah customer yang membeli kendaraan dari kami,ÔÇØ kata Kariyanto Hardjosoemarto.

Di sisi lain, pihak operator taksi juga menyatakan sikap kooperatifnya dengan menyerahkan berkas dan data yang diperlukan kepada penyidik.

ÔÇ£Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan,ÔÇØ tulis manajemen Green SM.

Artikel terkait

Rekomendasi