VinFast Targetkan Titik Impas Operasional pada Tahun 2027

VinFast Targetkan Titik Impas Operasional pada Tahun 2027
Foto: Ilustrasi VinFast Targetkan Titik Impas Operasional pada Tahun 2027.

Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast, menetapkan target pencapaian titik impas atau break-even point pada tahun 2027 di tengah upaya ekspansi agresif ke pasar global. Perusahaan di bawah naungan Vingroup ini menyesuaikan jadwal profitabilitasnya karena menghadapi tekanan biaya operasional dan persaingan industri yang semakin ketat.

Target baru tersebut diumumkan langsung oleh Chairman Vingroup, Pham Nhat Vuong, dalam rapat pemegang saham baru-baru ini sebagaimana dilansir dari Money. Langkah strategis ini muncul seiring dengan ambisi perusahaan untuk mengirimkan total 300.000 unit mobil listrik pada sepanjang tahun 2026 mendatang.

Vuong menjelaskan bahwa mayoritas dari target pengiriman tersebut, yakni sekitar dua pertiganya, diproyeksikan akan diserap oleh pasar domestik Vietnam. Meski volume penjualan mengalami kenaikan signifikan, laporan yang dikutip dari Nikkei menunjukkan kerugian VinFast membengkak hingga 3,9 miliar dollar AS atau setara Rp 67,35 triliun.

Ekspansi internasional ke wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, India, dan Filipina, menjadi salah satu pemicu besarnya belanja modal perusahaan. Untuk menopang ekosistem bisnisnya, Vingroup merencanakan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) bagi unit bisnis taksi listrik mereka, Green SM.

"IPO ini diharapkan akan memberikan nilai yang sangat besar bagi Vingroup," kata Vuong terkait rencana penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) unit taksi listrik Green SM yang ditargetkan pada paruh kedua 2028.

Pendiri perusahaan tersebut menegaskan bahwa persiapan untuk melantai di bursa akan dimulai dalam waktu dekat guna memperkuat struktur keuangan grup. Bisnis taksi listrik ini dianggap krusial karena menciptakan permintaan internal bagi kendaraan produksi VinFast sendiri.

Pihak manajemen mengakui bahwa perjalanan menuju profitabilitas sangat bergantung pada kemampuan perusahaan dalam melakukan efisiensi biaya produksi. Hal ini dilakukan sembari terus memperbesar skala operasi di tengah gempuran produsen mobil listrik asal China yang mulai mendominasi kawasan.

"Terdapat pandangan yang konsisten di seluruh analisis yang kami pantau bahwa titik impas laba kotor dapat tercapai sekitar tahun 2027-2028," kata juru bicara VinFast, seperti dikutip Reuters.

Pernyataan tersebut memperkuat proyeksi para analis mengenai lini masa pemulihan keuangan perusahaan dalam dua hingga tiga tahun ke depan. VinFast kini fokus mengintegrasikan layanan pendukung seperti infrastruktur pengisian daya dan penyewaan mobil untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik mereka secara menyeluruh.

Artikel terkait

Rekomendasi