Tim nasional Vietnam sukses memastikan tempat di Piala Dunia U17 2026 setelah keluar sebagai juara Grup C babak kualifikasi sekaligus menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara pada ajang tersebut, Senin (13/4/2026). Prestasi ini diraih usai mengalahkan Uni Emirat Arab dengan skor 3-2 pada laga penentu.
Keberhasilan skuad asuhan Cristiano Roland ini mendapat perhatian luas karena mencatatkan performa impresif sepanjang turnamen. Dilansir dari Bola, Vietnam berhasil bertahan di kompetisi kasta tertinggi usia muda tersebut ketika tim regional lain seperti Indonesia, Thailand, dan Myanmar gagal melaju.
Pengamat sepak bola nasional, Gita Suwondo, memberikan analisis mendalam mengenai pencapaian tersebut. Ia menyebutkan bahwa hasil ini merupakan buah dari evaluasi total setelah Vietnam mengalami serangkaian hasil buruk dalam beberapa tahun terakhir melawan tim-tim regional.
ÔÇ£Waktu timnas seniornya gagal di Piala Asia 2023 kalah dari Indonesia terus jadi juru kunci dan di kualifikasi Piala Dunia 2026 gagal di putaran kedua tidak masuk ke putaran ketiga," tutur Gita Suwondo, Pengamat Sepak Bola.
Gita menjelaskan bahwa kekalahan telak dari Indonesia di berbagai ajang menjadi titik balik bagi federasi sepak bola Vietnam. Mereka mulai meninjau ulang sistem pembinaan setelah performa tim nasional di level senior maupun kelompok umur mengalami penurunan signifikan.
ÔÇ£Kalah dari Indonesia juga 1-0 di GBK dan 3-0 di Hanoi yang menjadi rekor kekalahan mereka atas timnas Indonesia." tutur Gita Suwondo, Pengamat Sepak Bola.
Selain kekalahan di tim senior, kegagalan timnas U-23 Vietnam dalam turnamen Asia juga menjadi bahan pembelajaran penting. Hal ini memicu perbaikan sistematis dalam mencetak pemain-pemain masa depan yang lebih kompetitif.
ÔÇ£Terus di piala Asia U23 kita lolos ke semifinal mereka gugur di babak penyisihan kan dari situ mereka belajar ada yang salah dengan pembinaannya, dari situ diperbaiki,ÔÇØ imbuh Gita Suwondo, Pengamat Sepak Bola.
Strategi pembenahan Vietnam melibatkan keseimbangan antara program naturalisasi terbatas dan pengembangan talenta lokal. Langkah ini diambil untuk memperkuat struktur tim nasional di berbagai kategori usia tanpa menghilangkan identitas pemain didikannya.
ÔÇ£Kalau untuk senior mereka mengambil langkah seperti kita dengan menaturalisasi beberapa pemain, contohnya Rafaelson bawa Vietnam juara AFF 2024 dan sekarang ada 3 lagi pemain naturalisasi,ÔÇØ ujar Gita Suwondo, Pengamat Sepak Bola.
Keseimbangan antara jumlah pemain naturalisasi dengan hasil didikan liga internal menjadi kunci utama. Vietnam dinilai tetap mengutamakan perkembangan pemain muda di liga domestik mereka sebagai fondasi tim.
ÔÇ£Naturalisasi mereka kan jelas ada development yang mereka jalankan di liganya, di internal dan di lokal mereka serta ada tempat-tempat diisi pemain naturalisasi yang jumlahnya minim dibandingkan dari hasil didikannya,ÔÇØ sambung Gita Suwondo, Pengamat Sepak Bola.
Fokus jangka panjang menjadi prioritas Vietnam dengan menjadikan skuad U-23 sebagai tulang punggung tim nasional masa depan. Hal ini terbukti dengan prestasi yang mulai terlihat di ajang SEA Games dan Piala Asia U-23 sebelumnya.
ÔÇ£Itu yang Vietnam perbaiki, kemudian jelas U23 cikal bakal tulang punggung timnas masa depannya diperbaiki," kata Gita Suwondo, Pengamat Sepak Bola.
Gita menambahkan bahwa hasil positif di level junior ini diharapkan akan berdampak linear pada performa tim nasional di kompetisi bergengsi Asia lainnya. Integrasi pemain muda ke tim senior dilakukan secara bertahap dan terencana.
"Dengan hasil juga Piala AFF, SEA Games dan lolos sampai urutan ke-3 Piala Asia U23, terus akan banyak jadi cikal bakal untuk Piala AFF dan Piala Asia,ÔÇØ imbuh Gita Suwondo, Pengamat Sepak Bola.
Aspek mentalitas juga dianggap sebagai faktor krusial di balik kebangkitan sepak bola Vietnam. Semangat pantang menyerah yang dimiliki para pemain seringkali dikaitkan dengan latar belakang sejarah bangsa tersebut dalam menghadapi tantangan besar.
ÔÇ£Saya pikir satu sisi dari pembinaan yang berhasil ada beberapa pemain naturalisasi yang jumlahnya sedikit sekali dan Vietnam kan bangsa yang selalu bangkit dari perang bisa mengalahkan Amerika dan itu terlihat dari cara mereka bermain sepak bola,ÔÇØ tutur Gita Suwondo, Pengamat Sepak Bola.
Keunggulan mental ini terlihat saat mereka mampu membalikkan keadaan dalam pertandingan krusial, termasuk saat menghadapi tim-tim unggulan seperti Thailand di final SEA Games. Vietnam kini dipandang memiliki stabilitas performa yang sangat kuat di tingkat regional.
ÔÇ£Mereka sempat kalah, selalu bangkit bahkam kalau bisa dibilang diatas Thailand, Kemarin waktu di final SEA Games kan kebukti bisa membalikkan keadaan di kandang Thailand yang sangat di favoritkan,ÔÇØ pungkas Gita Suwondo, Pengamat Sepak Bola.