Veda Ega Pratama menunjukkan performa luar biasa dalam persaingan Moto3 musim 2026. Pembalap asal Indonesia tersebut kini menjadi penantang serius di jajaran papan atas klasemen sementara, melampaui ekspektasi sebagai pendatang baru.
Dilansir dari Suara, pembalap kelahiran Gunungkidul ini berhasil mengumpulkan total 50 poin hingga saat ini. Pencapaian tersebut menempatkannya sebagai kandidat terkuat untuk gelar Rookie of the Year musim ini.
Veda unggul jauh dari pesaing debutan terdekatnya, Brian Uriarte. Pembalap asal Spanyol tersebut baru mengoleksi 29 poin, selisih 21 angka di belakang torehan poin Veda.
Penampilan gemilang Veda terlihat jelas saat melakoni balapan penuh drama di Sirkuit Le Mans, Prancis. Memulai balapan dari grid keenam, ia harus berjuang ekstra keras karena lintasan diguyur hujan lebat.
Kondisi aspal yang sangat basah sempat mengganggu keseimbangan dan ritme balapnya. Hal ini membuat pembalap andalan Honda Team Asia tersebut merosot hingga ke posisi ke-11 pada putaran-putaran awal.
Meski sempat tercecer, Veda menunjukkan ketenangan luar biasa dalam mengendalikan motornya di lintasan licin. Ia perlahan merangsek maju dan kembali masuk ke rombongan pembalap terdepan.
Kejar Posisi Tiga Besar Klasemen
Pertarungan sengit terjadi menjelang garis finis saat Veda berduel dengan Matteo Bertelle. Keduanya terlibat aksi saling salip demi memperebutkan podium terakhir dalam kondisi cuaca yang menantang.
Veda akhirnya menyelesaikan balapan di posisi keempat. Tambahan poin krusial dari Prancis ini memperkokoh kedudukannya di peringkat kelima klasemen keseluruhan pembalap Moto3.
Peluang untuk menembus tiga besar kini terbuka sangat lebar bagi Veda. Ia hanya membutuhkan selisih tiga angka untuk menggeser Alvaro Cape yang berada di posisi ketiga dengan koleksi 53 poin.
Konsistensi Sepanjang Musim 2026
Hingga seri kelima, Veda tercatat memiliki tingkat konsistensi yang sangat tinggi di level Eropa. Ia hampir selalu berhasil mengamankan posisi enam besar dalam setiap seri yang diselesaikan.
Pengecualian terjadi saat ia gagal menyentuh garis finis di seri Amerika Serikat. Namun, ia berhasil menebusnya dengan naik podium ketiga saat berlaga di sirkuit Brasil beberapa waktu lalu.
Jika mampu menjaga ritme agresif dan penguasaan teknik motor secara stabil, Veda Ega Pratama berpotensi besar terus mengancam dominasi pembalap-pembalap mapan dalam perebutan gelar juara dunia musim ini.