Dua talenta muda balap motor Indonesia, Veda Ega Pratama dan Muhammad Kiandra Ramadhipa, menunjukkan dedikasi luar biasa di tengah persiapan balapan. Meski berada jauh dari tanah air, keduanya tetap berupaya menjalankan ibadah di sela kesibukan kompetisi di Sirkuit Mugello, Italia.
Kisah inspiratif ini terungkap melalui percakapan santai yang diunggah oleh akun Instagram resmi Astra Honda Racing Team pada Sabtu (30/5). Veda dan Kiandra saling berbagi pengalaman mengenai tantangan menjalankan ibadah sunah di benua Eropa yang memiliki zona waktu berbeda.
Tantangan Ibadah di Tengah Jadwal Balapan
Veda Ega Pratama, yang berkompetisi di kelas Moto3, mengungkapkan bahwa dirinya tetap mengusahakan ibadah sunah jelang Hari Raya Idul Adha. Hal senada juga disampaikan oleh Kiandra Ramadhipa yang berlaga di ajang MotoGP Rookies Cup dan FIM JuniorGP.
Namun, keduanya sepakat bahwa melaksanakan salat Idul Adha berjamaah di lokasi mereka saat ini bukanlah hal yang mudah. Keterbatasan akses dan minimnya penyelenggaraan salat berjamaah di sekitar area sirkuit menjadi kendala utama bagi mereka.
Kiandra menjelaskan bahwa tidak ada pihak yang menyelenggarakan salat Id berjamaah di wilayah jangkauan mereka. Veda pun mengonfirmasi hal tersebut dan memilih fokus pada amalan sunah lain yang tetap bisa mereka jalankan secara mandiri.
Menjalani Puasa Arafah Selama 18 Jam
Salah satu amalan yang tetap mereka laksanakan adalah puasa sunah Arafah. Menariknya, mereka harus menghadapi tantangan fisik yang lebih berat karena durasi puasa di Eropa jauh lebih lama daripada di Indonesia.
Berikut adalah beberapa poin utama mengenai pengalaman puasa yang mereka jalani :
- Durasi Puasa yang Panjang: Veda mengungkapkan bahwa dirinya harus berpuasa selama kurang lebih 18 jam saat berada di Spanyol.
- Waktu Berbuka: Kiandra menambahkan bahwa waktu berbuka puasa di sana baru tiba sekitar pukul 21.00 waktu setempat.
- Kondisi Fisik: Keduanya mengakui bahwa menjalani puasa dengan durasi panjang di tengah persiapan balap membuat tubuh terasa lebih lemas.
Perbedaan waktu yang signifikan ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi atlet yang terbiasa dengan durasi puasa di wilayah tropis. Namun, semangat spiritual tetap menjadi motivasi bagi kedua pembalap binaan Astra Honda ini.
Ringkasan Fakta Ibadah Veda dan Kiandra
Tabel berikut merangkum poin-poin penting mengenai pelaksanaan ibadah kedua pembalap muda Indonesia di Eropa :
| Aspek Ibadah | Status Pelaksanaan | Keterangan Tambahan |
|---|---|---|
| Puasa Arafah | Dilaksanakan | Durasi mencapai 18 jam dengan waktu berbuka pukul 21.00. |
| Salat Idul Adha | Tidak Dilaksanakan | Terkendala akses dan ketiadaan penyelenggaraan di lokasi. |
| Lokasi Balapan | Italia & Spanyol | Persiapan untuk ajang di Sirkuit Mugello dan kompetisi junior. |
Informasi di atas menunjukkan komitmen religius yang tetap dijaga oleh para atlet meskipun sedang berada dalam tekanan kompetisi internasional. Meskipun merasa sangat lelah, dedikasi mereka terhadap profesi dan keyakinan tetap berjalan beriringan.
Kini, fokus utama keduanya adalah memberikan performa terbaik di lintasan Mugello setelah melewati tantangan fisik selama masa puasa. Dukungan masyarakat Indonesia terus mengalir bagi Veda dan Kiandra agar bisa mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.