Vale Indonesia Raih Pinjaman Berbasis Keberlanjutan Rp 12,9 Triliun

Vale Indonesia Raih Pinjaman Berbasis Keberlanjutan Rp 12,9 Triliun
Foto: Ilustrasi Vale Indonesia Raih Pinjaman Berbasis Keberlanjutan Rp 12,9 Triliun.

PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) mengamankan fasilitas pinjaman sindikasi berbasis keberlanjutan atau Sustainability Linked Loan senilai US$ 750 juta guna mempercepat program hilirisasi nikel di Indonesia. Dilansir dari Detik Finance, kesepakatan pembiayaan yang melibatkan 14 perbankan tersebut setara dengan Rp 12,9 triliun pada Kamis (23/4/2026).

Perolehan dana segar ini ditujukan untuk merespons lonjakan kebutuhan nikel global di tengah percepatan elektrifikasi dan transisi energi hijau. Manajemen perusahaan telah memetakan alokasi dana untuk sejumlah proyek strategis yang sedang berjalan di Sulawesi.

Direktur dan Chief Financial Officer Vale Indonesia, Rizky Andhika Putra menjelaskan bahwa sekitar 50 persen dana dialokasikan untuk proyek IGP Pomalaa. Sementara itu, proyek IGP Morowali mendapatkan porsi 30 persen dan sisa 20 persen digunakan untuk pengembangan di IGP Sorowako.

Pihak perusahaan menjadwalkan fokus pendanaan pada tahun 2027 tetap menyasar keberlanjutan ketiga proyek tersebut. Hal ini termasuk pemenuhan hak partisipasi dalam proyek kerja sama operasional atau joint venture.

"US$ 750 juta yang kita dapatkan ini juga sebetulnya belum memenuhi keseluruhan kebutuhan dari rencana ekspansi kami. Ini untuk pertahun ini sudah cukup, namun ke depannya kami karena ekspansi yang masih cukup akan memenuhi kebutuhan lagi," kata Rizky di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Estimasi kebutuhan dana perusahaan untuk menjalankan proyek-proyek masa depan diprediksi mencapai angka US$ 1 hingga US$ 1,5 miliar. Rizky memberikan sinyal bahwa perusahaan akan kembali mencari pendanaan di masa mendatang untuk menutup selisih kebutuhan tersebut.

"Itu nanti ke depannya akan US$ 1-1,5 miliar yang di mana berarti US$ 750 juta yang kita miliki saat ini masih parsial, tapi tentu itu kan dalam pembangunan pastinya berfase ya, ke depan nanti kami akan ada funding serius lagi," sebut Rizky.

Selain untuk infrastruktur, PT Vale berkomitmen mengintegrasikan target lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dengan kinerja keuangan. Penyesuaian margin yang didapat dari capaian keberlanjutan akan disalurkan kembali kepada masyarakat lokal.

"Pendekatan ini memastikan bahwa keberhasilan pencapaian target ESG tidak hanya berdampak pada operasional perusahaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional," pungkas Rizky.

Artikel terkait

Rekomendasi