Umat Islam kini mulai mempersiapkan diri menyambut datangnya hari-hari istimewa di bulan Dzulhijjah menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Dilansir dari Cahaya, kaum muslimin memperbanyak takbir, dzikir, amal saleh, serta menjalankan puasa sunnah Dzulhijjah, terutama puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah.
Sebelum melaksanakan ibadah puasa maupun shalat, sebagian umat Islam memilih untuk mandi keramas terlebih dahulu. Langkah ini dilakukan agar tubuh terasa lebih segar dan bersih sebelum memulai rangkaian ibadah.
Banyak orang mengira bahwa puasa sunnah Dzulhijjah mengharuskan mandi khusus atau mandi wajib sebagaimana sebelum melaksanakan ibadah tertentu. Muncul pertanyaan mengenai keberadaan mandi khusus, bacaan niat, dan tata caranya menurut syariat Islam.
Pada dasarnya, ibadah puasa tidak mensyaratkan seseorang harus dalam keadaan suci dari hadas besar. Seseorang tetap sah menjalankan puasa meskipun belum mandi wajib, dengan syarat ia telah membaca niat puasa sebelum masuk waktu Subuh.
Mandi besar tetap diwajibkan sebelum melaksanakan shalat wajib apabila seseorang berada dalam keadaan junub, haid yang telah selesai, atau nifas yang sudah berhenti. Penyucian diri ini diperlukan agar ibadah shalat dilakukan dalam keadaan suci.
Mandi sebelum puasa Idul Adha sebenarnya bukan karena regulasi khusus ibadah puasanya, melainkan untuk menghilangkan hadas besar demi kelancaran ibadah lain. Penjelasan ini terdapat dalam buku Tuntunan Lengkap Shalat Wajib, Sunnah, Doa, dan Zikir karya Zakaria R. Rachman.
Buku tersebut menyebutkan bahwa mandi wajib merupakan bentuk thaharah atau bersuci. Prosesnya dilakukan dengan cara mengalirkan air ke seluruh tubuh disertai niat untuk menghilangkan hadas besar.
Dalil Perintah Mandi Wajib dalam Al-QurÔÇÖan
Perintah untuk mandi wajib telah dijelaskan secara tegas dalam Al-QurÔÇÖan surat Al-Maidah ayat 6. Ayat tersebut menjadi dasar utama kewajiban mandi bagi setiap muslim yang sedang mengalami hadas besar.
Berdasarkan tafsir para ulama, mandi wajib bukan sekadar membersihkan tubuh secara fisik. Aktivitas thaharah ini juga menjadi bagian dari penyucian diri sebelum menghadap Allah SWT dalam ibadah.
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-MajmuÔÇÖ Syarh al-Muhadzdzab memberikan penjelasan serupa. Beliau menegaskan bahwa mandi wajib termasuk syarat sah untuk melaksanakan shalat ketika seseorang berada dalam keadaan junub.
Niat Mandi Puasa Idul Adha
Tidak ada mandi khusus yang secara spesifik disyariatkan hanya untuk puasa Dzulhijjah atau puasa Arafah. Oleh karena itu, niat mandi yang dibaca adalah niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar.
Dikutip dari buku Kitab Lengkap dan Praktis Fiqh Wanita karya Abdul Syukur Al-Azizi, berikut bacaan niat mandi wajib:
┘å┘Ä┘îount┘ŠϺ┘ä┘ÆÏ║┘ÅÏ│┘Æ┘ä┘Ä ┘ä┘ÉÏ▒┘Ä┘ü┘ÆÏ╣┘É Ïº┘ä┘ÆÏ¡┘ÄÏ»┘ÄϽ┘É Ïº┘ä┘ÆÏú┘Ä┘è┘ÆÏ¿┘ÄÏ▒┘É ┘ü┘ÄÏ▒┘ÆÏÂ┘èϺ ┘ä┘É┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É Ï¬┘ÄÏ╣┘ÄϺ┘ä┘Ä┘ë
Nawaitul ghusla lirafÔÇÖil hadatsil akbari fardhan lillaahi taÔÇÖaalaa.
ÔÇ£Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar karena Allah TaÔÇÖala.ÔÇØ
Bacaan niat tersebut wajib dihadirkan di dalam hati ketika seseorang mulai mengguyurkan air ke permukaan tubuhnya.
Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Sunnah Rasulullah
Tata cara mandi wajib telah dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Penjelasan mengenai hal tersebut terdapat dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA.
Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa Rasulullah SAW memulai mandi junub dengan mencuci kedua tangan, membersihkan kemaluan, berwudhu, lalu mengguyurkan air ke kepala dan seluruh tubuh.
Berdasarkan tuntunan hadis tersebut, berikut urutan tata cara mandi wajib yang benar:
1. Membaca Niat
Niat dilakukan bersamaan ketika mulai menyiramkan air ke tubuh.
2. Mencuci Kedua Tangan
Basuh kedua tangan hingga pergelangan sebanyak tiga kali untuk memastikan kebersihannya.
3. Membersihkan Bagian Kemaluan
Membersihkan area kemaluan dan bagian tubuh lain yang terkena najis menggunakan tangan kiri.
4. Berwudhu Seperti Hendak Shalat
Berwudhu dilakukan sebagaimana wudhu untuk shalat, dimulai dari membasuh wajah hingga kedua kaki. Dalam beberapa riwayat, membasuh kaki dilakukan di akhir mandi.
5. Membasahi Pangkal Rambut
Masukkan jari-jari ke sela rambut agar air benar-benar sampai ke kulit kepala.
6. Mengguyur Kepala Tiga Kali
Siram kepala sebanyak tiga kali hingga seluruh bagian kepala terkena air.
7. Mengalirkan Air ke Seluruh Tubuh
Pastikan seluruh tubuh terkena air tanpa ada bagian yang terlewat, termasuk lipatan tubuh.
Dalam buku Fiqih Islam wa Adillatuhu karya Syekh Wahbah Az-Zuhaili dijelaskan bahwa syarat utama mandi wajib adalah air harus mengalir ke seluruh permukaan tubuh.
Apakah Keramas Termasuk Mandi Wajib?
Keramas atau mencuci rambut termasuk bagian dari mandi wajib apabila dilakukan dengan memastikan air mengenai seluruh rambut dan kulit kepala. Langkah ini krusial untuk memastikan keabsahan thaharah.
Bagi perempuan yang rambutnya dikepang, para ulama menjelaskan bahwa kepangan tidak wajib dibuka. Hal ini berlaku selama air tetap dapat mencapai dan membasahi pangkal rambut dengan baik.
Ketentuan tersebut didasarkan pada hadis riwayat Imam Muslim ketika Ummu Salamah RA bertanya kepada Rasulullah SAW. Pertanyaan itu mengenai kondisi perempuan yang rambutnya dikepang saat mandi junub.
Hal-hal yang Menyebabkan Mandi Wajib
Dalam fikih Islam, terdapat beberapa kondisi spesifik yang menyebabkan seseorang wajib mandi besar. Mengutip buku Fiqih susunan Udin Wahyudin dan sejumlah literatur fikih lainnya, berikut penyebab mandi wajib:
1. Keluar Mani
Baik disebabkan oleh mimpi basah, hubungan suami istri, maupun sebab lainnya.
2. Berhubungan Suami Istri
Meskipun tidak keluar mani, mandi wajib tetap diwajibkan bagi kedua belah pihak.
3. Haid
Kaum perempuan wajib melaksanakan mandi besar setelah darah haid berhenti total.
4. Nifas
Mandi wajib dilakukan setelah masa nifas selesai dijalani.
5. Orang yang Meninggal Dunia
Jenazah seorang muslim wajib dimandikan oleh orang yang hidup, kecuali bagi yang mati syahid.
Apakah Boleh Puasa dalam Keadaan Junub?
Seseorang diperbolehkan berpuasa meskipun masih dalam keadaan junub. Status puasanya tetap sah meskipun kondisi junub tersebut bertahan hingga masuk waktu Subuh, selama ia telah berniat puasa pada malam harinya.
Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA dan Ummu Salamah RA. Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah memasuki waktu Subuh dalam keadaan junub, kemudian mandi dan tetap melanjutkan puasanya.
Oleh karena itu, pelaksanaan mandi wajib tidak menjadi syarat sah untuk berpuasa. Kewajiban mandi besar ini merupakan syarat sah untuk melaksanakan ibadah shalat.
Keutamaan Menjaga Kebersihan dalam Islam
Islam sangat menekankan pentingnya kebersihan, baik secara lahir maupun batin. Bersuci menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang muslim karena berkaitan langsung dengan ibadah sehari-hari.
Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda: "Kebersihan adalah sebagian dari iman."
Mandi sebelum menjalankan puasa sunnah Dzulhijjah juga dapat menjadi bentuk persiapan spiritual. Hal ini membantu agar ibadah dilakukan dengan lebih nyaman, khusyuk, dan penuh semangat.
Jadwal Puasa Dzulhijjah dan Arafah 2026
Berikut adalah jadwal pelaksanaan puasa sunnah Dzulhijjah 1447 H:
- 1 Dzulhijjah: 18 Mei 2026
- 2 Dzulhijjah: 19 Mei 2026
- 3 Dzulhijjah: 20 Mei 2026
- 4 Dzulhijjah: 21 Mei 2026
- 5 Dzulhijjah: 22 Mei 2026
- 6 Dzulhijjah: 23 Mei 2026
- 7 Dzulhijjah: 24 Mei 2026
- 8 Dzulhijjah (Tarwiyah): 25 Mei 2026
- 9 Dzulhijjah (Arafah): 26 Mei 2026
Menyambut Idul Adha dengan Bersuci dan Memperbanyak Ibadah
Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh. Ragam amalan meliputi puasa sunnah, membaca takbir, bersedekah, hingga memperbanyak dzikir harian.
Mandi wajib sebelum puasa bukanlah kewajiban khusus puasa Dzulhijjah. Namun bagi muslim yang memiliki hadas besar, mandi menjadi bentuk penyucian diri sebelum melaksanakan shalat dan ibadah lainnya.
Dengan memahami niat dan tata cara mandi wajib yang benar sesuai syariat, umat Islam dapat menjalankan ibadah di bulan Dzulhijjah dengan lebih tenang, bersih, dan penuh kekhusyukan.