Umat Islam dilarang menjalankan ibadah puasa pada tiga hari Tasyrik. Hari-hari tersebut jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah, yang tepat dimulai setahun setelah perayaan Idul Adha.
Dilansir dari Detikcom, berdasarkan buku Panduan Ibadah Muslim Sehari-hari karya Muhammad Habibillah, larangan ini berlaku karena umat Islam masih berada dalam suasana perayaan Idul Adha.
Zainul Arifin dalam buku Puasa Wajib dan Sunah yang Paling Dianjurkan menjelaskan bahwa kata Tasyrik berasal dari yusyrikun yang berarti menjemur. Istilah ini merujuk pada aktivitas menjemur daging kurban.
Pendapat lain menyatakan kata tersebut berasal dari yusytik yang berarti terbit. Hal ini dikarenakan penyembelihan hewan kurban baru dimulai ketika matahari terbit.
Sebagian ulama juga menilai penamaan ini muncul karena sholat Idul Adha ditunaikan setelah matahari terbit atau syuruq, sementara hari Tasyrik mengikuti rangkaian Hari Raya tersebut.
Pada tahun ini, hari Tasyrik jatuh pada tanggal 28, 29, dan 30 Mei 2026, yang bertepatan dengan 11, 12, dan 13 Zulhijah 1447 H. Adapun Idul Adha berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026 atau 10 Zulhijah 1447 H.
Dalam buku Kupas Tuntas Puasa karya AK Mustafit, Nabi Muhammad SAW dikisahkan pernah mengutus seseorang untuk berseru di Mina agar umat Islam tidak berpuasa pada hari-hari Tasyrik.
"Hari-hari Mina (hari Tasyrik) adalah hari-hari untuk makan, minum, dan berzikir kepada Allah SWT." (HR Thabrani)
Rasulullah SAW juga menegaskan batasan tersebut melalui sabda lainnya.
"Dalam hari-hari Tasyrik tidak ada kemurahan untuk berpuasa kecuali bagi orang yang tidak mendapatkan sembelihan." (HR Bukhari)
Secara umum, hukum berpuasa pada hari Tasyrik bagi umat Islam adalah haram. Momen ini menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk menikmati hidangan dari olahan daging kurban.
Mazhab Maliki memiliki pandangan yang membatasi pengharaman puasa hanya pada dua hari sesudah hari raya. Sementara itu, jumhur ulama menyepakati larangan berpuasa penuh selama tiga hari.
Mazhab Maliki menilai ibadah puasa pada hari-hari Tasyrik berhukum makruh. Namun, Hasan Ayyub dalam buku Fiqih Ibadah menyatakan puasa tetap diperbolehkan bagi jemaah haji tamattu yang tidak memperoleh hewan sembelihan.
Di sisi lain, ulama Syafi'iyyah memperbolehkan puasa pada hari Tasyrik jika didasari oleh sebab tertentu, seperti nazar, kafarah, atau qadha. Jika tidak ada sebab khusus, puasa tetap dilarang.
Amalan Sunnah pada Hari Tasyrik
Meskipun tidak diperkenankan berpuasa, umat Islam dapat menghidupkan hari Tasyrik dengan melakukan beberapa amalan sunnah pilihan.
1. Memperbanyak Takbir
Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak bacaan takbir selama hari Tasyrik. Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 203:
┘ê┘Ä┘▒Ï░┘Æ┘â┘ÅÏ▒┘Å┘êϺ█ƒ ┘▒┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Ä ┘ü┘É┘ë┘ô Ïú┘Ä┘è┘æ┘ÄϺ┘à┘ì m┘æ┘ÄÏ╣┘ÆÏ»┘Å┘êÏ»┘Ä┘░Ϭ┘ì █Ü
Artinya: "Dan berzikirlah dengan menyebut nama Allah dalam beberapa hari yang terbilang."
Ibnu Umar dan sejumlah ulama berpendapat bahwa istilah ayyamul ma'dudat atau hari terbilang merujuk pada tiga hari Tasyrik. Penafsiran ini memperkuat anjuran berzikir pada waktu tersebut.
2. Menyembelih Hewan Kurban
Aktivitas penyembelihan hewan kurban di berbagai tempat biasanya masih terus berlangsung hingga satu atau dua hari pasca Idul Adha. Kegiatan ini termasuk dalam salah satu amalan utama pada hari Tasyrik.
3. Memperbanyak Zikir
Ibadah zikir dapat diamalkan kapan saja, termasuk sepanjang hari Tasyrik. Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 200-201:
┘ü┘ÄÏÑ┘ÉÏ░┘ÄϺ ┘é┘ÄÏÂ┘Ä┘è┘ÆÏ¬┘Å┘à ┘à┘æ┘Ä┘å┘Ä┘░Ï│┘É┘â┘Ä┘â┘Å┘à┘Æ ┘ü┘Ä┘▒Ï░┘Æ┘â┘ÅÏ▒┘Å┘êϺ█ƒ ┘▒┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Ä ┘â┘ÄÏ░┘É┘â┘ÆÏ▒┘É┘â┘Å┘à┘Æ Ïí┘ÄϺϿ┘ÄϺ┘ôÏí┘Ä┘â┘Å┘à┘Æ Ïú┘Ä┘ê┘Æ Ïú┘ÄÏ┤┘ÄÏ»┘æ┘Ä Ï░┘É┘â┘ÆÏ▒┘ïϺ █ù ┘ü┘Ä┘à┘É┘å┘Ä ┘▒┘ä┘å┘æ┘ÄϺÏ│┘É ┘à┘Ä┘å ┘è┘Ä┘é┘Å┘ê┘ä┘Å Ï▒┘ÄÏ¿┘æ┘Ä┘å┘ÄϺ┘ô Ïí┘ÄϺϬ┘É┘å┘ÄϺ ┘ü┘É┘ë ┘▒┘äÏ»┘æ┘Å┘å┘Æ┘è┘ÄϺ ┘ê┘Ä┘à┘ÄϺ ┘ä┘Ä┘ç┘Å█Ñ ┘ü┘É┘ë ┘▒┘ä┘ÆÏí┘ÄϺϫ┘ÉÏ▒┘ÄÏ®┘É ┘à┘É┘å┘Æ Ï«┘Ä┘ä┘Ä┘░┘é┘ì
Artinya: "Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat." (QS Al Baqarah: 200)
┘ê┘Ä┘à┘É┘å┘Æ┘ç┘Å┘à ┘à┘æ┘Ä┘å ┘è┘Ä┘é┘Å┘ê┘ä┘Å Ï▒┘ÄÏ¿┘æ┘Ä┘å┘ÄϺ┘ô Ïí┘ÄϺϬ┘É┘å┘ÄϺ ┘ü┘É┘ë ┘▒┘äÏ»┘æ┘Å┘å┘Æ┘è┘ÄϺ Ï¡┘ÄÏ│┘Ä┘å┘ÄÏ®┘ï ┘ê┘Ä┘ü┘É┘ë ┘▒┘ä┘ÆÏí┘ÄϺϫ┘ÉÏ▒┘ÄÏ®┘É Ï¡┘ÄÏ│┘Ä┘å┘ÄÏ®┘ï ┘ê┘Ä┘é┘É┘å┘ÄϺ Ï╣┘ÄÏ░┘ÄϺϿ┘Ä ┘▒┘ä┘å┘æ┘ÄϺÏ▒┘É
Artinya: "Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka." (QS Al Baqarah: 201)