Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan proses uji jalan biodiesel campuran 50 persen atau B50 untuk sektor otomotif segera rampung pada Mei 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya percepatan transisi energi nasional guna memperkuat ketahanan energi menghadapi dinamika global.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menyatakan bahwa saat ini pengujian kendaraan telah mencapai tahap akhir. Berdasarkan data yang dilansir dari Kompas pada Rabu (22/4/2026), pemeriksaan mesin akan segera dilakukan setelah uji jalan dinyatakan selesai sepenuhnya.
ÔÇ£Jadi, kami akan selesai (uji jalan) nanti di Mei. Mei semua yang otomotif, ya,ÔÇØ ujarnya dikutip dari Antara, Rabu (22/4/2026).
Program pengujian yang berjalan sejak 9 Desember 2025 tersebut melibatkan total sembilan unit kendaraan. Armada uji coba ini mencakup empat unit kendaraan penumpang dengan kapasitas di bawah 3,5 ton serta lima unit kendaraan niaga berat seperti bus dan truk dengan kapasitas di atas 3,5 ton.
Pengujian kali ini mencatatkan partisipasi yang lebih luas karena melibatkan produsen kendaraan dari wilayah Eropa, khususnya untuk kategori kendaraan berat. Keterlibatan ini melengkapi partisipasi pabrikan asal Jepang yang selama ini sudah rutin terlibat dalam pengujian bahan bakar nabati di Indonesia.
ÔÇ£Dan kali ini, pabrikannya bukan hanya (kendaraan) pabrikan Jepang. Pabrikan Eropa juga ikut (uji jalan). Bus sama truk besarnya (pabrikan Eropa),ÔÇØ kata Eniya.
Tiga unit kendaraan berat tercatat telah menuntaskan target uji jalan sepanjang 40 ribu kilometer, sementara unit lainnya masih dalam proses pemenuhan jarak tempuh. Pemerintah menetapkan standar jarak tempuh yang berbeda, yakni 40 ribu km untuk kendaraan berat dan 50 ribu km untuk kategori mobil penumpang.
Setelah seluruh unit mencapai target jarak tempuh yang ditetapkan, tim teknis akan melakukan audit mendalam terhadap kondisi mesin. Penilaian ini penting untuk melihat dampak penggunaan campuran biodiesel yang lebih tinggi terhadap komponen mekanis kendaraan.
ÔÇ£Setelah selesai 50 ribu km, nanti ada tugas untuk mengecek semua engine (mesin),ÔÇØ jelasnya.
Hasil pemantauan sementara menunjukkan kualitas bahan bakar B50 berada dalam kondisi yang sangat baik dan memenuhi standar teknis. Parameter utama yang menjadi sorotan adalah kadar air yang tercatat berada jauh di bawah ambang batas maksimal yang ditentukan.
ÔÇ£Tadi uji kandungan air sudah keluar, angkanya 208,81 ppm. Itu berarti di bawah 300 ppm (kadar air maksimal). Jadi, lebih bagus. Karena (kadar air) lebih rendah, lebih bagus,ÔÇØ ujar Eniya.
Selain sektor otomotif, pemerintah juga memperluas cakupan pengujian B50 ke sektor lain seperti alat pertanian, pertambangan, kereta api, hingga pembangkit listrik hingga akhir 2026. Kebijakan strategis ini sebelumnya telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menekan ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Implementasi massal kebijakan B50 dijadwalkan mulai berlaku secara efektif pada 1 Juli 2026 sesuai dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Program ini diproyeksikan mampu memberikan penghematan subsidi negara hingga Rp48 triliun dan mengurangi penggunaan BBM fosil sebesar 4 juta kiloliter per tahun.