TVRI Siapkan Penayangan 98 Pertandingan Langsung Piala Dunia 2026

TVRI Siapkan Penayangan 98 Pertandingan Langsung Piala Dunia 2026
Foto: Ilustrasi TVRI Siapkan Penayangan 98 Pertandingan Langsung Piala Dunia 2026.

Persiapan intensif sedang dilakukan oleh Lembaga Penyiaran Publik TVRI sebagai pemegang hak siar resmi di Indonesia menjelang pembukaan Piala Dunia 2026. Turnamen bersejarah ini akan melibatkan 48 negara kontestan untuk pertama kalinya dalam sejarah sepak bola.

Dilansir dari Bola, ajang bergengsi empat tahunan ini dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli mendatang. Penyelenggaraan perdana di tiga negara tuan rumah mencakup wilayah Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Ekspansi jumlah tim peserta berdampak pada peningkatan jumlah pertandingan yang sangat signifikan. Jika edisi sebelumnya hanya menyajikan 64 laga, kali ini total pertandingan melonjak menjadi 104 laga sepanjang turnamen.

Stasiun televisi nasional TVRI telah mengonfirmasi akan menayangkan secara langsung sebanyak 98 pertandingan bagi pemirsa di tanah air. Sementara itu, enam laga lainnya akan disiarkan secara tunda akibat jadwal fase grup pamungkas yang dimainkan secara bersamaan.

Dalam pengumuman resmi di Jakarta pada Kamis (7/5/2026), TVRI juga memperkenalkan tim yang akan memandu jalannya pertandingan. Sosok populer seperti Tio Nugroho dan Conchita Caroline dipastikan bertindak sebagai pembawa acara utama.

Barisan komentator akan diisi oleh kombinasi mantan pemain sepak bola profesional dan pengamat senior. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan perspektif mendalam bagi penonton selama turnamen berlangsung.

"Kami ingin menampilkan mereka untuk memberikan analisis yang menambah pengetahuan dan kita harapkan bisa menginspirasi perkembangan sepak bola Indonesia," tutur Editor in Chief Piala Dunia 2026 LPP TVRI, Usman Kansong.

Pihak stasiun televisi juga mengeluarkan regulasi ketat mengenai penggunaan potongan video pertandingan oleh media lain. Aturan ini merujuk langsung pada pedoman yang telah ditetapkan oleh FIFA.

Media televisi maupun platform berita daring diperkenankan menggunakan cuplikan laga dengan batas durasi maksimal 90 detik. Namun, terdapat syarat-syarat khusus yang wajib dipenuhi oleh setiap pengelola media.

"Tetapi, penggunaan cuplikan pertandingan ini harus mengikuti aturan di antaranya mencantumkan sumber dari TVRI, ada embargo waktu penayangan, serta hanya bisa ditayangkan dua kali," tegas Usman Kansong.

Satu hal yang menjadi perhatian penting adalah larangan pengunggahan potongan video 90 detik tersebut ke platform media sosial manapun. Publik dapat mengakses detail tata cara penggunaan hak siar melalui laman resmi Tvrinews.com.

Regulasi Lisensi Nonton Bareng Resmi

Selain masalah siaran, TVRI juga mengatur mekanisme penyelenggaraan nonton bareng atau nobar bagi masyarakat. Lisensi penyelenggaraan dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu jalur komersial dan non-komersial.

Pihak yang ingin mengadakan acara nonton bersama diwajibkan memiliki kartu lisensi resmi. Pendaftaran untuk mendapatkan legalitas ini dilakukan melalui platform khusus bernama portal Bola Gembira.

Direktur Pengembangan Usaha LPP TVRI, Retno Wulan Kartiko Purbojati, mencatat sudah ada 200 penyelenggara yang terverifikasi hingga saat ini. Ia meminta pihak lain segera mengurus perizinan untuk menghindari sanksi hukum.

"Animo masyarakat sangat tinggi. Kami memprediksi jumlah ini akan bertambah. Oleh karena itu, penting bagi TVRI untuk memastikan nobar ini terselenggara dengan aman dan nyaman," ujar Retno Wulan Kartiko Purbojati.

Pengamanan di berbagai titik keramaian selama nobar akan dilakukan dengan menggandeng Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Hal ini dilakukan untuk menjamin ketertiban selama pesta sepak bola dunia tersebut berlangsung.

"Inti dari Piala Dunia 2026 ini adalah hiburan bagi masyarakat," kata Karopenmas Divhumas Polri, Trunoyudo Wisnu Adiko.

Artikel terkait

Rekomendasi