TVRI Matangkan Aturan Lisensi Nobar Piala Dunia 2026

TVRI Matangkan Aturan Lisensi Nobar Piala Dunia 2026
Foto: Ilustrasi TVRI Matangkan Aturan Lisensi Nobar Piala Dunia 2026.

Persiapan menjelang putaran final Piala Dunia 2026 terus dimatangkan oleh LPP TVRI, khususnya terkait mekanisme penyelenggaraan nonton bareng (nobar) di berbagai wilayah Indonesia. Sebagai pemegang hak siar resmi, TVRI akan menerbitkan panduan mengenai hal-hal yang diperbolehkan dan dilarang bagi media maupun masyarakat umum guna menghindari pelanggaran hak eksklusif.

Langkah preventif ini mencakup perilisan syarat dan ketentuan program bertajuk "Bola Gembira" Piala Dunia 2026, sebagaimana dikutip dari Bola. Pengelola televisi nasional tersebut membagi kategori lisensi menjadi dua jalur, yakni komersial dan non-komersial, yang semuanya memerlukan izin resmi.

Setiap penyelenggara diwajibkan mengantongi kartu lisensi setelah mendaftar melalui situs resmi yang telah disediakan. Direktur Pengembangan Usaha LPP TVRI, Retno Wulan Kartiko Purbojati, mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada 200 penyelenggara yang resmi terdaftar, dan jumlah tersebut diprediksi akan terus bertambah.

Bagi pihak yang berencana mengadakan acara nonton bareng, Retno Wulan mengimbau untuk segera mengurus perizinan melalui portal bolagembira.tvrinews.com. Proses ini bertujuan memastikan setiap kegiatan berjalan tertib dan sesuai koridor hukum yang berlaku.

"Animo masyarakat sangat tinggi. Kami memprediksi jumlah ini akan bertambah. Oleh karena itu, penting bagi TVRI untuk memastikan nobar ini terselenggara dengan aman dan nyaman," ucap Wulan dalam konferensi pers di Kantor TVRI, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Terdapat beberapa aturan ketat yang harus dipatuhi, seperti kewajiban menggunakan siaran dari TVRI Nasional atau TVRI Sport. Penyelenggara dilarang keras melakukan penayangan ulang melalui platform media sosial serta dilarang menggunakan logo resmi FIFA World Cup 2026 tanpa izin.

Bagi acara yang melibatkan massa dengan kapasitas lebih dari 500 orang, terdapat syarat tambahan berupa kewajiban menggandeng Usaha Mikro Kecil (UMK) minimal 10 persen dari total kapasitas. TVRI memiliki wewenang penuh untuk merevisi atau membatalkan izin jika ditemukan ketidaksesuaian data pendaftaran dengan realita di lokasi.

Keamanan selama perhelatan akbar ini juga menjadi prioritas dengan adanya kolaborasi antara TVRI dan Polri. Sinergi ini dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif di setiap titik pertemuan massa yang sudah terdaftar secara resmi.

"Polri berkomitmen memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam merayakan pesta sepak bola ini. Fokus kami adalah memastikan setiap titik nonton bareng yang telah terdaftar memiliki asistensi pengamanan yang memadai," ucap Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko.

Guna menambah daya tarik siaran, TVRI akan melibatkan sederet legenda sepak bola Indonesia sebagai komentator. Nama-nama besar seperti Bambang Pamungkas, Kurniawan Dwi Yulianto, Indra Sjafri, hingga Firman Utina dipastikan akan hadir memberikan analisis mendalam selama turnamen.

Selain legenda pria, wajah-wajah pemain Timnas Wanita Indonesia seperti Safira Ika Putri dan Zahra Muzdalifah juga akan meramaikan layar kaca. Editor in Chief Piala Dunia 2026 LPP TVRI, Usman Kansong, menyebut kehadiran mereka bertujuan memberikan inspirasi bagi perkembangan sepak bola nasional.

"Kami ingin menampilkan mereka untuk memberikan analisis yang menambah pengetahuan dan kita harapkan bisa menginspirasi perkembangan sepak bola Indonesia," ujar Usman Kansong.

TVRI dijadwalkan akan menayangkan total 104 pertandingan selama turnamen berlangsung. Sebanyak 98 pertandingan akan disiarkan secara langsung, sementara enam laga sisanya ditayangkan dalam bentuk siaran tunda karena jadwal kick-off yang bersamaan.

Artikel terkait

Rekomendasi