Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengundang sejumlah petarung UFC ke Ruang Oval di Gedung Putih, Washington DC, menjelang gelaran UFC 250 yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Juli mendatang. Pertemuan tersebut dihadiri oleh pemegang sabuk juara kelas ringan Ilia Topuria dan juara interim Justin Gaethje.
Dilansir dari Detik Sport, kunjungan tersebut diwarnai momen sindiran dari Ilia Topuria kepada Donald Trump saat sang presiden memberikan pujian kepada Justin Gaethje. Trump secara terang-terangan menyebut petarung asal Amerika Serikat tersebut sebagai atlet favoritnya.
"Justin Gaethje, temanku, dia begitu mencintai negara ini," kata Trump sambil menunjuk ke arah Gaethje.
Mendengar pernyataan tersebut, Topuria langsung melontarkan pertanyaan yang bernada sindiran kepada orang nomor satu di Amerika Serikat tersebut mengenai jadwal pertarungan mereka.
"Mengapa kamu memberikan tes tersulit untuk temanmu ini?" tanya Topuria.
Trump kemudian memberikan tanggapan mengenai tantangan besar yang akan dihadapi oleh kedua petarung tersebut dalam perebutan gelar juara kelas ringan. Ia mempertanyakan kesadaran Topuria terhadap kekuatan lawannya.
"Aku mau memberi kalian berdua tes tersulit. Kamu tahu kan betapa kuatnya dia?" tanya Trump kembali.
Topuria menegaskan bahwa dirinya sangat memahami kapasitas fisik dan kemampuan bertarung yang dimiliki oleh Gaethje di dalam oktagon.
"Tentu, aku tahu betapa kuatnya dia," balas Topuria.
Presiden Trump melanjutkan pembicaraan dengan menanyakan tingkat kepercayaan diri Topuria untuk memenangkan duel perebutan sabuk juara tersebut.
"Berapa besar kans kamu menang?" tanya Trump lagi.
Topuria menjawab dengan penuh keyakinan bahwa dirinya akan keluar sebagai pemenang dalam laga yang akan digelar di Gedung Putih tersebut.
"Aku? Aku yakin 100 persen," jawab Topuria.
Menutup sesi dialog tersebut, Trump menyatakan bahwa Gaethje pun memiliki rasa percaya diri yang sama besarnya sebelum keduanya bersalaman.
"Aku yakin Gaethje juga sepede itu," kata Trump.
Ilia Topuria datang ke pertemuan ini dengan catatan rekor sempurna 17-0 dan merupakan pemegang dua sabuk juara di kelas berbeda. Sementara itu, Justin Gaethje adalah veteran UFC sejak 2011 dengan rekor 27 kemenangan dan 5 kekalahan yang pernah dua kali meraih sabuk juara interim kelas ringan.