Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana kenaikan tarif impor kendaraan asal Uni Eropa menjadi 25 persen pada Minggu (3/5/2026). Kebijakan tersebut dijadwalkan mulai berlaku efektif pada pekan depan akibat tudingan pelanggaran kesepakatan dagang oleh pihak Eropa.
Kenaikan tarif ini melonjak signifikan sebesar 10 persen dari level tarif sebelumnya yang berada di angka 15 persen. Dilansir dari Otomotif, langkah ini diambil karena Trump menilai Uni Eropa tidak sepenuhnya mematuhi perjanjian perdagangan yang telah disepakati kedua belah pihak.
"Mereka tidak mematuhi kesepakatan dagang yang sudah disepakati sepenuhnya," ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Penegasan tersebut disampaikan tanpa merinci bentuk pelanggaran spesifik yang dilakukan oleh pihak Eropa. Melalui kebijakan tarif tinggi ini, Pemerintah Amerika Serikat berupaya memberikan tekanan kepada produsen otomotif Benua Biru agar bersedia mengalihkan basis produksi mereka ke dalam negeri AS.
Langkah tersebut diproyeksikan mampu menambah pemasukan kas negara hingga miliaran dollar AS. Trump berharap beban tarif impor yang berat dapat mempercepat realisasi investasi fasilitas produksi baru oleh pabrikan-pabrikan otomotif Eropa di wilayah Amerika Serikat.
Namun, kebijakan proteksionis ini mendulang kritik karena risiko kenaikan harga kendaraan yang harus ditanggung oleh konsumen di Amerika Serikat. Pembangunan pabrik baru juga dinilai memerlukan waktu bertahun-tahun sehingga tidak bisa menjadi solusi instan bagi industri lokal.
Sikap keras ini juga dipandang sebagai respons atas kurangnya dukungan Uni Eropa terhadap posisi Amerika Serikat dalam konflik di Iran. Selain itu, pihak Gedung Putih menilai implementasi sejumlah kesepakatan dagang oleh negara-negara anggota Eropa berjalan sangat lambat.
Para pejabat di Uni Eropa menyatakan keberatan mendalam atas rencana kenaikan tarif yang dinilai sepihak tersebut. Pihak Eropa menganggap langkah Amerika Serikat tidak dapat diterima serta memperburuk citra AS sebagai mitra dagang internasional yang dapat diandalkan.