Masyarakat Indonesia Gelar Walimatussafar Jelang Keberangkatan Haji 2026

Masyarakat Indonesia Gelar Walimatussafar Jelang Keberangkatan Haji 2026
Foto: Ilustrasi Masyarakat Indonesia Gelar Walimatussafar Jelang Keberangkatan Haji 2026.

Calon jemaah haji di berbagai wilayah Indonesia mulai menyelenggarakan tradisi walimatussafar sebagai bentuk syukur dan permohonan doa restu menjelang keberangkatan ke Tanah Suci pada April 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menjadi momen berpamitan kepada kerabat dan tetangga sekitar.

Dilansir dari Detikcom, walimatussafar haji secara etimologi berasal dari kata walimah yang berarti jamuan atau pesta, serta safar yang bermakna perjalanan. Secara harfiah, tradisi ini merupakan jamuan bagi individu yang akan menempuh perjalanan jauh untuk beribadah.

Udji Asiyah dalam buku Dakwah Cerdas: Ramadhan, Idul Fitri, Walimatul Hajj dan Idul Adha menjelaskan bahwa agenda ini merupakan tasyakuran keberangkatan haji yang lazim dilakukan masyarakat. Selain sesi pamitan, acara biasanya diisi dengan ceramah atau tausiah mengenai materi ibadah haji.

Penyelenggaraan walimatussafar bertujuan untuk mensyukuri nikmat Allah SWT dan berbagi kebahagiaan tanpa unsur pamer atau ria. Hal ini ditegaskan sebagai kegiatan sosial-keagamaan dan bukan merupakan bagian dari rukun atau wajib haji yang harus dilaksanakan di Makkah.

Dalam pelaksanaannya, calon jemaah sering kali menyiapkan undangan resmi dengan kalimat yang menyentuh hati bagi para tamu. Berikut adalah beberapa kutipan model undangan yang digunakan untuk mengajak kerabat hadir dalam acara doa bersama tersebut.

"Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kesempatan bagi kami untuk menunaikan rukun Islam kelima. Sehubungan dengan rencana keberangkatan kami ke Tanah Suci, kami mengharap kehadiran Bapak/Ibu/Saudara dalam acara Walimatussafar Haji yang akan dilaksanakan pada:" tulis contoh undangan pertama.

Model undangan tersebut menekankan harapan agar tamu berkenan hadir memberikan doa restu demi kelancaran perjalanan ibadah di Arab Saudi nantinya.

"Merupakan suatu kehormatan bagi kami jika Bapak/Ibu berkenan hadir untuk memberikan doa restu agar perjalanan kami menjadi haji yang mabrur." lanjut kutipan tersebut.

Selain itu, terdapat variasi kalimat lain yang mengedepankan aspek rasa syukur atas panggilan beribadah ke Baitullah.

"Labaik Allahumma Labaik. Atas izin dan panggilan-Nya, insya Allah kami akan melangkahkan kaki menuju Baitullah untuk beribadah haji. Sebagai bentuk syukur, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir dalam acara tasyakuran keberangkatan pada:" bunyi contoh undangan kedua.

Pesan tersebut menitikberatkan pada pentingnya dukungan spiritual dari lingkungan terdekat bagi keselamatan jemaah selama berada di luar negeri.

"Kehadiran dan untaian doa tulus dari Bapak/Ibu sangat berarti bagi kelancaran ibadah kami di Tanah Suci." sebut kutipan undangan tersebut.

Format undangan ketiga lebih berfokus pada permohonan maaf atas segala kesalahan sebelum jemaah berangkat menuju pusat peribadatan umat Islam.

"Dalam rangka mempersiapkan diri menghadap Sang Khalik di Tanah Suci, kami ingin mempererat silaturahmi sekaligus memohon maaf atas segala khilaf yang disengaja maupun tidak. Kami mengharap kehadiran Bapak/Ibu pada acara Walimatussafar:" tulis contoh ketiga.

Kutipan ini juga mencantumkan harapan terkait kesehatan fisik dan kekuatan mental dalam menjalankan seluruh rangkaian manasik haji.

"Besar harapan kami Bapak/Ibu dapat hadir mendoakan agar kami diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan rukun-rukun haji dengan sempurna." tambah naskah undangan tersebut.

Sementara itu, contoh keempat menekankan pada perlindungan bagi keluarga yang ditinggalkan di tanah air selama masa operasional haji berlangsung.

"Bismillahirrahmanirrahim. Dengan kerendahan hati, kami bermaksud mengundang Bapak/Ibu/Saudara dalam acara doa bersama menjelang keberangkatan haji kami ke tanah suci Makkah dan Madinah yang akan dilaksanakan pada:" tulis naskah keempat.

Penekanan pada keberkahan pertemuan silaturahmi menjadi poin utama dalam struktur kalimat yang dibagikan kepada calon tamu undangan.

"Semoga melalui pertemuan ini, Allah memberikan keberkahan bagi perjalanan kami dan menjaga keluarga yang ditinggalkan. Atas kehadirannya kami ucapkan terima kasih." bunyi penutup naskah tersebut.

Terakhir, terdapat contoh yang menyoroti aspek karunia tak terhingga yang diterima oleh umat yang mendapatkan kesempatan berangkat ke Makkah.

"Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas karunia-Nya yang tak terhingga. Menjelang keberangkatan kami ke Baitullah, kami mengundang Bapak/Ibu untuk hadir dalam acara perpisahan dan doa restu (Walimatussafar) pada:" tulis naskah kelima.

Kehadiran para undangan dianggap sebagai tambahan semangat bagi calon jemaah haji dalam menjalankan ibadah secara khusyuk.

"Kehadiran Bapak/Ibu merupakan kehormatan bagi kami dan menjadi bekal semangat bagi kami dalam menggapai haji yang mabrur." tutup kutipan undangan tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi