PT Toyota Astra Motor (TAM) resmi mengumumkan kampanye penarikan kembali atau recall untuk model Land Cruiser 300 dan Lexus LX di Indonesia akibat adanya potensi masalah pada sistem transmisi otomatis. Dilansir dari Detik Oto, langkah ini mencakup kendaraan dengan periode produksi antara November 2024 hingga November 2025.
Produsen otomotif tersebut menginstruksikan para pemilik unit terdampak untuk segera melakukan pengecekan Electronic Control Unit (ECU) transmisi otomatis di bengkel resmi terdekat. Langkah preventif ini diambil guna memastikan keamanan dan kenyamanan operasional kendaraan SUV mewah tersebut di tangan konsumen.
Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily menegaskan komitmen perusahaan dalam memperhatikan kondisi teknis setiap unit yang telah digunakan oleh pelanggan.
"Sebagai Mobility Company, Toyota berkomitmen untuk memberikan perhatian kepada semua kendaraan yang telah sampai di tangan pelanggan agar aman dan nyaman di jalan. Saat ini, kami menemukan ada beberapa komponen kendaraan pada SUV Toyota dan Lexus tahun produksi tertentu yang membutuhkan pengecekan dan perbaikan jika dibutuhkan. Dengan segala kerendahan hati, kami mengajak pelanggan untuk mengeceknya di website Toyota, menghubungi call center, atau datang langsung ke bengkel resmi terdekat," jelas Jap Ernando Demily.
Secara teknis, Land Cruiser 300 dan Lexus LX menggunakan transmisi otomatis 10-percepatan yang mengandalkan linear solenoids untuk perpindahan gigi. Namun, Toyota mengidentifikasi adanya potensi kegagalan solenoid pada kondisi mengemudi tertentu yang dapat mengganggu komunikasi antara ECU transmisi dan ECU mesin.
Gangguan pada sistem pengendalian ini berisiko menyebabkan putaran mesin berlebih atau over-revving pada gigi tertentu yang berdampak pada penurunan performa kendaraan. Selain masalah elektronik, terdapat risiko kebocoran cairan transmisi yang dapat mengganggu kinerja sistem secara menyeluruh jika tidak segera ditangani.
Proses perbaikan dilakukan dengan memperbarui program pada ECU transmisi tanpa dipungut biaya atau gratis bagi pelanggan. Pengecekan dan pembaruan perangkat lunak ini diperkirakan memakan waktu sekitar 60 menit di bengkel resmi guna memastikan unit tetap dalam kondisi optimal.