Toyota berencana membangun lini perakitan tambahan di dekat pabrik truk miliknya yang sudah beroperasi di San Antonio, Texas. Dilansir dari Internasional, langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat kapasitas manufaktur domestik di Amerika Serikat.
Ekspansi tersebut sejalan dengan dorongan Presiden Donald Trump agar produsen otomotif meningkatkan produksi di dalam negeri. Fenomena ini juga mencerminkan penataan ulang rantai pasok global akibat perubahan kebijakan perdagangan serta dinamika permintaan konsumen.
Berbeda dengan sejumlah pesaing seperti Ford Motor Co., General Motors Co., Nissan Motor Co., hingga Honda Motor Co. yang mulai melakukan efisiensi, Toyota justru memperbesar kapasitas di pasar terbesarnya. Juru bicara Toyota di AS menyatakan bahwa evaluasi jaringan manufaktur terus dilakukan agar tetap kompetitif.
"Filosofi produksi kami adalah membangun di tempat kami menjual dan membeli di tempat kami membangun," ujar Toyota dalam pernyataan kepada Bloomberg.
Pihak perusahaan menambahkan bahwa investasi ini menunjukkan komitmen jangka panjang di Amerika Utara. Proyek ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja lokal serta memperkokoh rantai pasok domestik di kawasan tersebut.
Berdasarkan dokumen pengajuan, proses pembangunan fasilitas baru akan dimulai pada tahun ini. Proyek yang diberi nama "Project Orca" tersebut ditargetkan rampung pada 2029 dan dijadwalkan memulai operasional pada 2030.
Chief Executive Officer Toyota, Kenta Kon, sebelumnya telah memberikan sinyal mengenai ekspansi ini dalam paparan kinerja pekan lalu. Menurut Kenta Kon, pembangunan pabrik baru menjadi kunci utama untuk mengoptimalkan kapasitas produksi perusahaan.
Saat ini, fasilitas San Antonio memproduksi model Tundra dan Sequoia dengan jumlah rakitan mencapai hampir 200.000 kendaraan pada 2025. Pabrik tersebut didukung oleh sekitar 3.700 pekerja untuk menjalankan operasionalnya.
Sebelumnya, Toyota mengumumkan rencana investasi hingga US$ 10 miliar di AS pada November lalu. Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap penerapan tarif 15% atas impor mobil dan suku cadang dari Jepang oleh pemerintahan Trump.
Sekitar US$ 912 juta dari total dana tersebut dialokasikan untuk memacu produksi kendaraan dan komponen hybrid. Investasi ini tersebar di lima negara bagian, yaitu West Virginia, Kentucky, Mississippi, Tennessee, dan Missouri, yang diprediksi menambah 252 lapangan kerja baru.