Pebalap Prima Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu, mengandalkan pengalaman Andrea Dovizioso untuk mempercepat proses adaptasinya pada kelas premier MotoGP musim 2026. Kehadiran Dovizioso dinilai krusial dalam membantu juara dunia WorldSBK tersebut memahami karakter teknis dan gaya balap yang dibutuhkan di lintasan, Kamis (30/4/2026).
Dilansir dari Otomotif, Dovizioso kini mengemban peran ganda di Yamaha sebagai pebalap tes sekaligus penasihat performa pebalap setelah pensiun pada 2022. Mantan pebalap asal Italia tersebut membawa bekal pengalaman panjang selama berkarier di Honda, Yamaha, dan menjadi runner-up tiga kali bersama Ducati.
"Dovi adalah pebalap yang sangat berpengalaman. Saya selalu percaya dan mendengarkan dia," ujar Toprak Razgatlioglu, pebalap Prima Pramac Yamaha.
Toprak menjelaskan bahwa masukan dari Dovizioso mencakup pengamatan langsung dari pinggir lintasan untuk mencari solusi teknis saat sesi latihan maupun balapan berlangsung.
"Dia sangat penting bagi saya. Terkadang dia mengamati dari pinggir lintasan dan selalu mencoba membantu saya menemukan solusi," kata Toprak Razgatlioglu.
Meskipun mendapatkan bimbingan intensif, pebalap asal Turki ini mengakui adanya tantangan besar dalam menerjemahkan teori dari sang penasihat ke dalam aksi nyata di sirkuit.
"Dia menjelaskan, tetapi tidak selalu mudah untuk dilakukan. Namun, saya tetap percaya padanya," kata Toprak Razgatlioglu.
Kolaborasi keduanya difokuskan pada pemahaman mendalam terhadap gaya balap MotoGP yang berbeda signifikan dengan kategori motor produksi massal yang sebelumnya digeluti Toprak.
"Ketika dia ada di garasi, saya selalu senang karena dia benar-benar membantu saya memahami gaya MotoGP. Kami bekerja sama dengan intens dan saya harap bisa segera menemukan solusi. Saya masih butuh beberapa langkah lagi." ujar Toprak Razgatlioglu.
Kendala teknis mulai terlihat jelas saat Toprak menjalani balapan di Sirkuit Jerez, Spanyol, yang merupakan tantangan berat bagi motor Yamaha M1. Masalah understeer di tikungan 4 membuat motor cenderung melebar sehingga menghambat akselerasi saat keluar tikungan.
"Saat berada dekat pebalap lain, saya tidak merasakan motor langsung berbelok. Motor cenderung melebar, sehingga saya harus menahan rem lebih lama," kata Toprak Razgatlioglu.
Toprak menutup akhir pekan di Spanyol pada posisi ke-19 setelah sempat menerima hukuman long lap penalty, sementara rekan pabrikannya, Fabio Quartararo, finis di urutan ke-14.
"Kondisi itu membuat saya lebih lambat saat kembali membuka gas. Tetapi motor tidak terus berbelok. Saya memahami masalahnya, tetapi belum bisa memperbaikinya," ujar Toprak Razgatlioglu.