Tokopedia dan TikTok Shop berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan memberikan pelatihan perlindungan kekayaan intelektual (KI) serta pemasaran digital kepada ratusan perempuan pelaku UMKM pada Sabtu, 25 April 2026. Program ini menanggapi rendahnya adopsi KI yang tercatat baru mencapai 11,05 persen dari total 64 juta pelaku usaha di Indonesia.
Data yang dilansir dari Money menunjukkan bahwa 68 persen UMKM belum memanfaatkan ruang digital, padahal 64,5 persen dari total pelaku usaha tersebut adalah perempuan. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat fondasi bisnis kecil agar mampu bersaing di ekosistem digital yang semakin kompetitif.
Senior Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia, Vonny Ernita Susamto menekankan bahwa aspek legalitas dan kreativitas konten menjadi kunci kesejahteraan pelaku usaha saat ini.
"Sementara 64,5 persen dari total pelaku UMKM adalah perempuan. Kepemilikan KI dan kemampuan membuat konten makin krusial bagi perempuan pelaku usaha untuk #JualanNyaman di era digital. Dua hal tersebut bisa menciptakan bisnis berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan," ujar Vonny Ernita Susamto, Senior Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia.
Pihaknya mencatat bahwa penjual yang mengantongi KI dapat mengakses fitur Mall di platform mereka, yang mampu memicu lonjakan transaksi hingga berkali-kali lipat dibandingkan akun biasa.
"Sedangkan konten video dan sesi LIVE dinilai semakin berperan dalam mendorong pembelian. Pada sesi LIVE di TikTok selama sahur Ramadan 2026, transaksi di Tokopedia dan TikTok Shop dilaporkan naik hingga 15 kali lipat," kata Vonny Ernita Susamto, Senior Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia.
Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri memberikan apresiasi terhadap langkah fasilitasi klinik konsultasi yang relevan bagi kebutuhan perempuan di sektor ekonomi.
"Perempuan pelaku usaha berperan besar bagi ekonomi nasional, maka penguatan kapasitas UMKM melalui digitalisasi serta melindungi KI atas produk yang dihasilkan sangat penting agar makin banyak UMKM perempuan #JualanNyaman, naik kelas, dan berdaya saing. Kami menyambut baik kolaborasi dengan Tokopedia dan TikTok Shop dalam menghadirkan program serta fasilitasi seperti klinik konsultasi yang relevan bagi kebutuhan perempuan pelaku usaha, serta mendorong transformasi digital UMKM secara inklusif," kata Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil Menteri Perdagangan.
Selain aspek perlindungan, kepemilikan merek yang sah kini juga berfungsi sebagai aset finansial untuk mendapatkan suntikan modal kerja.
Kasubdit Permohonan dan Pelayanan Merek dan Indikasi Geografis Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum, Ranie Utami Ronie menjelaskan adanya skema kredit baru yang menggunakan hak cipta sebagai jaminan.
"Indonesia saat ini telah memiliki skema KUR berbasis KI, yang memungkinkan merek terdaftar dan hak cipta tercatat yang akan dinilai oleh Penilai KI pada Kemenekraf untuk digunakan sebagai agunan tambahan. Skema ini menyasar pada 17 subsektor ekonomi kreatif (ekraf) dengan batas pinjaman mencapai Rp 500 juta. Ini diharapkan membantu mengatasi kendala agunan fisik yang kerap menghambat akses kredit," ujar Ranie Utami Ronie, Kasubdit Permohonan dan Pelayanan Merek dan Indikasi Geografis Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum.
Manfaat perlindungan identitas produk ini dirasakan langsung oleh pelaku usaha, seperti yang dialami oleh pemilik jenama kuliner lokal.
"Platform yang mendukung #JualanNyaman dengan melindungi KI seperti merek dan kemasan sangat penting untuk menjaga identitas produk, kepercayaan pelanggan sekaligus keberlangsungan usaha. Sejak bergabung di Mall Tokopedia dan TikTok Shop, penjualan kami naik signifikan," kata Gracia Monica, Pendiri brand lokal F&B Mercon Merah Putih.
Sebagai bagian dari keamanan platform, Tokopedia dan TikTok Shop juga memaparkan data penegakan aturan terhadap pelanggaran hak kekayaan intelektual.
Tercatat lebih dari 130.000 laporan pelanggaran diproses melalui pusat perlindungan terintegrasi di Indonesia pada semester pertama 2025.
Affiliate content creator, Neng Ismayanti menyatakan bahwa profesi sebagai pembuat konten memberikan peluang bagi sesama perempuan untuk saling mendukung dalam pemasaran.
"Affiliate content creator adalah profesi yang inklusif. Lewat ini saya bisa membantu sesama perempuan yang merupakan pelaku UMKM agar produknya makin dikenal lebih banyak orang dan laku di pasaran," kata Neng Ismayanti, Affiliate content creator Tokopedia dan TikTok Shop.