Titan Co. Ltd, produsen perhiasan emas terbesar di India, memprediksi akan terjadi perlambatan sementara pada permintaan logam mulia di negara tersebut. Dilansir dari Investor Daily pada Rabu (13/5/2026), kondisi ini dipicu oleh kebijakan baru pemerintah yang membatasi pembelian emas guna memperkuat cadangan devisa.
India merupakan konsumen emas terbesar kedua di dunia, sehingga perubahan kebijakan domestik sangat memengaruhi pasar global. Perdana Menteri Narendra Modi sebelumnya mengimbau masyarakat untuk menunda pembelian emas demi menekan beban pada stabilitas keuangan negara.
Meskipun menghadapi risiko penurunan volume pembelian, manajemen Titan menyatakan keyakinannya bahwa konsumsi di pasar domestik tetap akan bertahan dalam jangka panjang. Hingga saat ini, perusahaan masih terus memantau dampak nyata dari kebijakan tersebut terhadap perilaku konsumen.
Ashok Sonthalia, Kepala Keuangan Titan Co, menjelaskan posisi perusahaan dalam menghadapi regulasi baru tersebut sembari menunggu detail teknis kebijakan.
"Kami menunggu pengumuman kebijakan," kata kepala keuangan Titan Co, Ashok Sonthalia, dikutip dari Mining, Rabu (13/5/2026).
Pihak manajemen juga menambahkan bahwa stok yang tersedia saat ini masih cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam beberapa bulan ke depan.
"Perusahaan memperkirakan tidak ada gangguan setidaknya selama empat bulan ke depan," bebernya.
Sonthalia menilai bahwa penurunan minat beli masyarakat pada perhiasan emas hanya akan bersifat jangka pendek. Ia menegaskan bahwa aksi beli tersebut tidak akan sepenuhnya berhenti atau membebani permintaan secara total.
Sentimen pasar terhadap pengumuman ini langsung terlihat pada pergerakan saham Titan yang mengalami tekanan di bursa. Pada perdagangan Selasa, saham Titan tercatat melemah hingga 2,2%, yang memperparah akumulasi penurunan sebesar 6% sejak pengumuman kebijakan impor emas dikeluarkan.
Kondisi geopolitik di Timur Tengah juga turut memengaruhi operasional internasional perusahaan. Hal ini memaksa Titan untuk melakukan penyesuaian terhadap target ekspansi bisnis mereka di luar India hingga situasi pasar global kembali stabil.