Tiongkok Hapus Tarif Impor untuk Afrika demi Lawan Proteksionisme AS

Tiongkok Hapus Tarif Impor untuk Afrika demi Lawan Proteksionisme AS
Foto: Ilustrasi Tiongkok Hapus Tarif Impor untuk Afrika demi Lawan Proteksionisme AS.

DI tengah kebijakan proteksionisme ketat yang kembali diusung Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Tiongkok mengambil langkah strategis untuk memperluas pengaruhnya di Benua Hitam. Sejak 1 Mei 2024, Beijing resmi menghapus tarif impor bagi hampir seluruh negara Afrika, langkah yang dinilai para analis sebagai upaya memenangkan persaingan geopolitik melawan Washington.

Kebijakan nol tarif ini berlaku untuk 53 dari 54 negara Afrika. Satu-satunya negara yang dikecualikan ialah Eswatini yang hingga kini masih mempertahankan hubungan diplomatik dengan Taiwan. Dengan kebijakan ini, berbagai komoditas mulai dari produk pertanian seperti alpukat dan kopi hingga sumber daya mineral, dapat masuk ke pasar Tiongkok tanpa beban bea masuk.

Kontras Kebijakan: Beijing Merangkul, Washington Menjauh

Langkah Beijing itu muncul saat ekspor Afrika ke Amerika Serikat kian terhimpit. Sekembalinya ke Gedung Putih, Trump menerapkan daftar tarif panjang yang menyasar berbagai negara. Afrika Selatan, ekonomi terbesar di benua tersebut, terkena tarif 30%, sementara Republik Demokratik Kongo dikenakan 15%.

Selain tekanan ekonomi, Trump mengambil langkah diplomatik yang drastis dengan menutup U.S. Agency for International Development (USAID) dan membiarkan puluhan pos duta besar di Afrika kosong. Ketidakpastian juga menyelimuti masa depan African Growth and Opportunity Act (AGOA), undang-undang era Clinton yang selama ini memberikan akses bebas bea ke pasar AS bagi negara-negara sub-Sahara.

Analisis Pakar: "Keputusan ini sangat cerdas secara politik. Ini memperkuat citra Beijing sebagai mitra yang stabil dan dapat diandalkan, sangat kontras dengan sikap Washington yang lebih tidak menentu dan transaksional dalam beberapa tahun terakhir," ujar Ronak Gopaldas, Direktur Signal Risk.

Peluang dan Tantangan bagi Eksportir Afrika

Bagi negara-negara Afrika, kebijakan ini menawarkan harapan untuk menekan defisit perdagangan. Wakil Presiden Kenya, Kithure Kindiki, menyatakan bahwa kesepakatan nol tarif ini merupakan peluang emas bagi produk unggulan seperti kacang macadamia, teh, dan kopi untuk merambah pasar Tiongkok yang masif.

Namun, para ahli mengingatkan bahwa penghapusan tarif saja tidak cukup. Terdapat tantangan besar yang harus dihadapi negara-negara Afrika, antara lain:

- Hambatan Nontarif: Persyaratan fitosanitasi (kesehatan tumbuhan) yang sangat ketat dari otoritas Tiongkok.

- Infrastruktur Logistik: Lemahnya sistem transportasi dan tingginya biaya produksi di banyak negara Afrika.

- Kapasitas Produksi: Kebutuhan mendesak untuk melakukan pengolahan nilai tambah di dalam negeri agar tidak hanya mengekspor bahan mentah.

Mengamankan Rantai Pasok Mineral Kritis

Di balik narasi kemitraan pembangunan, Tiongkok juga memiliki kepentingan strategis untuk mengamankan pasokan mineral langka. Dengan mempermudah perdagangan, Beijing memastikan aliran kobalt, tembaga, dan koltan--komponen vital bagi industri teknologi dan energi terbarukan global--tetap stabil di bawah kendali mereka.

Meskipun Tiongkok sempat mengurangi pembiayaan langsung akibat perlambatan ekonomi domestik, kebijakan akses pasar bebas tarif ini menjadi instrumen baru yang efektif untuk mempertahankan dominasi ekonomi di Afrika, sekaligus mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Amerika Serikat. (WSJ/I-2)

| Aspek Perbandingan | Tiongkok (Beijing) | Amerika Serikat (Trump) |

| --------------------- | -------------------------------- | ------------------------------ |

| Kebijakan Tarif | Nol tarif untuk 53 negara Afrika | Tarif tinggi (10% - 50%) |

| Pendekatan Diplomatik | Mitra pembangunan & stabilitas | Transaksional & retorika keras |

| Fokus Utama | Akses pasar & mineral kritis | Proteksionisme domestik |

- Dagang AS-Tiongkok Membaik, Beijing Terima Kenaikan Tarif Terbatas 20/5/2026 23:44 Tiongkok memberi sinyal stabilitas ekonomi dengan menerima kenaikan tarif AS sesuai kesepakatan Kuala Lumpur demi memperpanjang gencatan senjata dagang.

- Tiongkok Tolak Cip H200 Nvidia, Trump Konfirmasi Ambisi Mandiri Beijing 19/5/2026 20:52 Presiden Trump mengonfirmasi Tiongkok menolak pembelian cip AI H200 Nvidia demi kembangkan teknologi domestik. Simak dampaknya terhadap saham NVDA.

- Kunjungan Trump ke Tiongkok Perlihatkan Tekanan Krisis Ekonomi ke AS 16/5/2026 22:50 Presiden Donald Trump mengunjungi Beijing di tengah inflasi AS dan konflik Iran. Xi Jinping tegaskan prioritas Taiwan di atas kesepakatan dagang.

- Trump Sebut AS-Tiongkok G-2, Xi Jinping Angkat Dunia Multipolar 16/5/2026 00:08 Presiden Donald Trump menyebut hubungan AS-Tiongkok sebagai G-2 dalam kunjungannya ke Beijing, menandai pengakuan Tiongkok sebagai kekuatan super yang setara.

- Donald Trump Tinggalkan Tiongkok, Hasil Minim Hubungan Stabil 15/5/2026 23:55 Presiden Donald Trump meninggalkan Beijing dengan komitmen stabilisasi hubungan bersama Xi Jinping, meski isu Taiwan dan krisis Iran masih menjadi tantangan besar.

Artikel terkait

Rekomendasi