Tingkat Pengangguran Jakarta Capai 6,03 Persen pada Februari 2026

Tingkat Pengangguran Jakarta Capai 6,03 Persen pada Februari 2026
Foto: Ilustrasi Tingkat Pengangguran Jakarta Capai 6,03 Persen pada Februari 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta melaporkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Ibu Kota menyentuh angka 6,03 persen pada Rabu (6/5/2026). Data tersebut menunjukkan bahwa sekitar enam dari setiap 100 orang angkatan kerja di Jakarta belum memiliki pekerjaan.

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2026, total pengangguran di Jakarta mencapai 333.860 orang. Angka ini mengalami penurunan tipis sebesar 0,15 persen poin atau setara 4.540 orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.

Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, menjelaskan proporsi penduduk yang belum terserap lapangan kerja tersebut dalam kaitannya dengan angkatan kerja saat ini.

"Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja, sekitar enam orang belum bekerja," kata Kadarmanto, Kepala BPS DKI Jakarta.

Penurunan persentase pengangguran ini berlangsung saat jumlah angkatan kerja di Jakarta justru meningkat menjadi 5,53 juta orang, atau tumbuh 57.640 orang dari tahun sebelumnya. Dari total tersebut, jumlah penduduk yang sudah bekerja tercatat sebanyak 5,20 juta orang.

Terdapat perbedaan signifikan pada TPT berdasarkan gender, di mana kelompok laki-laki mencatatkan angka pengangguran lebih tinggi yakni 6,54 persen, sementara kelompok perempuan berada di angka 5,28 persen.

"Pada Februari 2026, TPT laki-laki sebesar 6,54 persen, lebih tinggi dibandingkan TPT perempuan yang sebesar 5,28 persen," ujar Kadarmanto, Kepala BPS DKI Jakarta.

Data BPS juga menyoroti profil pendidikan para pencari kerja. Lulusan pendidikan menengah menjadi penyumbang angka pengangguran terbesar, dengan lulusan SMK memimpin di angka 8,15 persen dan lulusan SMA di angka 7,58 persen.

ÔÇ£TPT lulusan SMK tercatat 8,15 persen dan SMA 7,58 persen, tertinggi dibanding jenjang lainnya,ÔÇØ kata Kadarmanto, Kepala BPS DKI Jakarta.

Sebaliknya, tingkat pengangguran pada jenjang pendidikan tinggi terpantau lebih rendah. Lulusan Diploma I/II/III mencatatkan TPT sebesar 3,58 persen, sedangkan lulusan universitas berada pada angka 3,79 persen.

Sektor perdagangan masih menjadi tumpuan utama penyerapan tenaga kerja di Jakarta dengan kontribusi sebesar 22,40 persen. Disusul oleh sektor akomodasi dan makan minum sebesar 13,28 persen, serta sektor transportasi dan penyimpanan sebesar 11,85 persen.

Mayoritas penduduk bekerja di Jakarta menyandang status sebagai karyawan atau buruh dengan persentase 57,91 persen. Secara keseluruhan, 61,87 persen tenaga kerja terserap di sektor formal dan 38,13 persen sisanya menggantungkan hidup pada sektor informal.

Artikel terkait

Rekomendasi