Timnas Qatar resmi kembali memeriahkan panggung akbar Piala Dunia FIFA 2026. Berbeda dengan edisi 2022 saat bertindak sebagai tuan rumah, kali ini Maroons memastikan diri lolos murni melalui jalur kualifikasi yang kompetitif.
Langkah Qatar menuju turnamen di Amerika Utara ini menunjukkan progres signifikan. Dilansir dari Bola, tim ini tidak lagi mengandalkan privilese sebagai penyelenggara, melainkan berjuang keras melalui berbagai putaran kualifikasi di zona Asia.
Kehadiran pelatih berpengalaman, Julen Lopetegui, menjadi faktor kunci di balik keberhasilan tersebut. Lopetegui, yang direkrut pada Mei 2025, membawa modal kepelatihan di Timnas Spanyol serta klub-klub besar seperti Real Madrid dan Sevilla.
Perjalanan Qatar dimulai dengan dominasi di putaran kedua kualifikasi. Mereka sukses memuncaki klasemen grup dengan raihan 16 poin, hasil dari lima kemenangan, satu kali imbang, dan hanya menelan satu kekalahan selama fase tersebut.
Memasuki putaran ketiga, tantangan yang dihadapi semakin berat. Qatar harus puas finis di posisi keempat, sebuah hasil yang memaksa mereka melanjutkan perjuangan melalui babak keempat kualifikasi untuk mengamankan tiket putaran final.
Pada fase krusial di putaran keempat, Maroons menunjukkan mentalitas kuat dengan mengumpulkan empat poin penting. Keberhasilan ini dipastikan melalui hasil imbang melawan Oman serta kemenangan dramatis atas Uni Emirat Arab.
Kemenangan 2-1 atas Uni Emirat Arab menjadi momen penentu kelolosan mereka. Gol-gol kemenangan Qatar dalam laga tersebut dilesakkan oleh Boualem Khoukhi dan Pedro Miguel pada babak kedua pertandingan.
Menatap Persaingan di Grup B
Setelah memastikan diri lolos, Qatar kini menatap persaingan di putaran final Piala Dunia FIFA 2026. Berdasarkan hasil pengundian, Maroons tergabung di Grup B yang dihuni oleh tim-tim dengan gaya permainan berbeda.
Qatar akan bersaing memperebutkan tiket fase gugur melawan Bosnia-Herzegovina, Swiss, dan Kanada. Persaingan ini menjadi ajang pembuktian bagi skuad asuhan Lopetegui untuk memperbaiki catatan buruk pada debut mereka di tahun 2022.
Pada edisi sebelumnya, Qatar harus rela menjadi juru kunci Grup A. Kala itu, mereka menelan tiga kekalahan beruntun dari Ekuador, Senegal, dan Belanda meskipun bermain di hadapan pendukungnya sendiri di tanah air.
Satu-satunya gol yang berhasil dicetak Qatar pada Piala Dunia 2022 disumbangkan oleh Mohammed Muntari saat menghadapi Senegal. Kegagalan di masa lalu tersebut kini dijadikan fondasi kuat untuk tampil lebih kompetitif di kancah global.
| Fase Kualifikasi | Poin/Hasil | Status |
|---|---|---|
| 16 Poin | Juara Grup | Posisi 4 |
| Lanjut Putaran Keempat | 4 Poin | Lolos Piala Dunia |
Kini dengan kepemimpinan Julen Lopetegui yang pernah menjuarai UEFA Europa League bersama Sevilla, Qatar optimistis bisa memberikan kejutan. Fokus utama mereka saat ini adalah mematangkan taktik sebelum bertolak menuju Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.