Tim nasional Republik Demokratik Kongo memindahkan lokasi pemusatan latihan Piala Dunia 2026 dari ibu kota Kinshasa ke Belgia akibat merebaknya wabah virus Ebola. Keputusan mendadak tersebut diambil menjelang turnamen akbar yang akan berlangsung di Amerika Utara.
Langkah pengamanan ini diambil setelah pemerintah Kongo mengumumkan temuan wabah Ebola ke-17 di wilayah timur negara itu pada Jumat (15/5), seperti dilansir dari Media Indonesia. Hingga kini, serangan virus mematikan tersebut diduga kuat telah merenggut 139 korban jiwa dari sekitar 600 kasus probable yang ditemukan.
Pejabat tim nasional Kongo mengonfirmasi bahwa agenda latihan yang sedianya bergulir selama tiga hari di Kinshasa terpaksa digeser ke Eropa. Manajemen tim juga menerapkan kebijakan proteksi ketat dengan tidak menyertakan pemain dari kompetisi domestik.
"Pemusatan latihan yang dijadwalkan dimulai di Kinshasa selama tiga hari telah dipindahkan," kata pejabat dilansir dari AFP, Rabu (20/5).
Pihak manajemen timnas enggan memberikan rincian lebih lanjut mengenai alasan utama di balik pemindahan mendadak ini ke publik.
"Tidak ada pemain yang bermain di dalam negeri yang dipilih," ujarnya.
Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada ini menjadi panggung bersejarah karena merupakan kelolosan kedua Kongo setelah debut pada edisi 1974 saat masih bernama Zaire. Pada turnamen nanti, Kongo bakal bermarkas di Houston dan tergabung di Grup K bersama Portugal, Kolombia, dan Uzbekistan.
Rencana kedatangan timnas Kongo ke Amerika Utara sempat membentur regulasi ketat karena Pemerintah Amerika Serikat memberlakukan larangan masuk bagi warga asing yang sempat singgah di Kongo, Uganda, atau Sudan Selatan dalam kurun 21 hari terakhir akibat Ebola. Namun, tim perwakilan Afrika ini dipastikan telah mendapatkan lampu hijau untuk masuk.
Seorang pejabat Amerika Serikat pada Selasa (19/5) menyatakan bahwa tim Kongo tetap diizinkan melakukan perjalanan untuk tampil di Piala Dunia. Kebijakan pembatasan kunjungan tersebut kemungkinan besar tidak akan berdampak karena para pemain dan staf timnas Kongo sudah terlebih dahulu menjalani pemusatan latihan di Eropa.