Timnas Iran Terancam Gagal Tampil di Piala Dunia 2026 Akibat Kendala Visa

Timnas Iran Terancam Gagal Tampil di Piala Dunia 2026 Akibat Kendala Visa
Foto: Ilustrasi Timnas Iran Terancam Gagal Tampil di Piala Dunia 2026 Akibat Kendala Visa.

Persiapan tim nasional Iran menghadapi putaran final Piala Dunia 2026 kini dibayangi ketidakpastian. Dilansir dari Bola, hingga saat ini belum ada satu pun visa Amerika Serikat yang diterbitkan bagi personel skuad yang dijuluki Team Melli tersebut.

Masalah administrasi ini menjadi krusial mengingat Iran tergabung dalam Grup G dan dijadwalkan melakoni seluruh pertandingan fase grup di wilayah Amerika Serikat. Berdasarkan jadwal, mereka akan menantang Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni mendatang.

Setelah laga pembuka tersebut, Iran harus bertolak menuju Seattle untuk menghadapi Mesir, serta kembali ke Los Angeles guna melawan Belgia. Selama turnamen berlangsung, tim direncanakan bermarkas di Tucson, Arizona.

Hambatan akses masuk bagi delegasi Iran ini dipicu oleh hubungan diplomatik yang terus memanas antara Teheran dan Washington dalam beberapa bulan terakhir. Situasi politik semakin sensitif sejak eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.

Kendala serupa sebelumnya terjadi pada Kongres FIFA di Vancouver, Kanada. Saat itu, delegasi Iran memilih batal hadir setelah Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, harus menjalani interogasi selama tiga jam di Bandara Toronto.

Otoritas setempat melakukan pemeriksaan intensif tersebut karena menduga adanya keterkaitan Taj dengan Garda Revolusi Iran (IRGC). Organisasi ini merupakan entitas yang dilarang secara resmi di wilayah Kanada.

Desakan Iran Terhadap FIFA

Menyikapi kebuntuan ini, Federasi Sepak Bola Iran menjadwalkan pertemuan darurat dengan otoritas tertinggi sepak bola dunia. Mehdi Taj menegaskan bahwa pihaknya membutuhkan jaminan kepastian agar tim bisa berangkat ke Amerika Utara tepat waktu.

"Besok atau lusa kami akan mengadakan pertemuan yang menentukan dengan FIFA karena mereka harus memberikan jaminan sebab persoalan visa masih belum terselesaikan," kata Taj dikutip dari AFP, Kamis (14/5/2026).

Menurut laporan dari Kantor Berita Iran, IRNA, federasi belum menerima informasi resmi mengenai status permohonan visa pemain maupun ofisial. Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar karena turnamen akbar tersebut akan dimulai kurang dari satu bulan lagi.

"Kami belum menerima penjelasan apa pun dari pihak lain mengenai siapa yang telah diberikan visa dan sampai sekarang belum ada visa yang diterbitkan," ujar Taj.

Upaya Diplomasi dan Protes Terbuka

Selain lobi ke FIFA, federasi juga berupaya mempermudah proses administrasi bagi para pemain. Skuad Iran semula dijadwalkan melakukan pengambilan sidik jari di Ankara, Turkiye, namun kini diusulkan untuk dipindahkan ke Antalya.

"Para pemain harus pergi ke Ankara untuk pengambilan sidik jari, tetapi kami sedang mencoba mengatur agar proses itu dilakukan di Antalya sehingga tidak perlu bepergian ke Ankara," tutur Taj.

Persoalan ini turut menarik perhatian pemerintah Iran. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengecam keras penggunaan isu politik untuk membatasi partisipasi olahraga melalui pernyataan di media sosial X.

"Negara tuan rumah tidak dapat menggunakan perselisihan politik, sanksi, atau keputusan kebijakan domestik sepihak mereka sendiri untuk mencegah sebuah tim mengikuti Piala Dunia," tulis Gharibabadi.

Gharibabadi memperingatkan bahwa integritas ajang empat tahunan tersebut bisa terganggu jika masalah diskriminasi ini tidak segera diatasi. Menurutnya, kredibilitas Piala Dunia akan rusak jika ada tim yang lolos namun tidak diberikan jaminan akses masuk oleh penyelenggara.

"Jika badan penyelenggara tidak dapat menjamin bahwa semua tim yang lolos, termasuk Iran, dapat masuk ke negara tuan rumah tanpa diskriminasi atau pembatasan, maka kredibilitas Piala Dunia itu sendiri akan dirusak," ucapnya menambahkan.

Artikel terkait

Rekomendasi