Raksasa teknologi asal Cupertino membawa kabar mengejutkan terkait kepemimpinan perusahaan. Tim Cook secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi Chief Executive Officer (CEO) Apple setelah hampir 15 tahun menjabat.
Perubahan besar dalam struktur kepemimpinan ini direncanakan mulai berlaku efektif pada 1 September 2026 mendatang. Seperti dilansir dari Kompas, posisi tertinggi di Apple tersebut akan beralih kepada John Ternus.
John Ternus saat ini memegang peranan penting sebagai Senior Vice President (SVP) of Hardware Engineering di perusahaan tersebut. Meski melepaskan jabatan CEO, sosok berusia 65 tahun itu tidak akan sepenuhnya meninggalkan Apple.
Pihak perusahaan menjelaskan bahwa Tim Cook akan mengambil peran baru sebagai Executive Chairman. Posisi ini menempatkannya tetap berada di dalam jajaran dewan direksi Apple untuk terus memberikan kontribusi strategis.
Di balik perannya memimpin perusahaan paling berharga di dunia, Tim Cook dikenal memiliki gaya hidup yang kontras dengan para miliarder teknologi lainnya. Cook memilih menetap di sebuah hunian yang dinilai sederhana di Palo Alto, Amerika Serikat.
Berdasarkan data yang ada, rumah tersebut dibeli pada tahun 2010 dengan harga sekitar 1,9 juta dollar AS. Jika dihitung dengan nilai kurs saat ini, properti tersebut setara dengan Rp 32,5 miliar.
Hunian yang terletak di kawasan Silicon Valley ini tetap menjadi tempat tinggal utamanya selama bertahun-tahun. Walaupun angka tersebut terdengar fantastis bagi publik umum, nilai properti Cook dianggap rendah untuk ukuran eksekutif puncak di wilayah itu.
Sebagai perbandingan, banyak properti milik pimpinan perusahaan teknologi lain di Palo Alto yang harganya mencapai puluhan juta dolar. Tim Cook tidak terlihat memiliki minat besar dalam mengoleksi portofolio properti mewah yang luas.
Kekayaan Bersih dan Pilihan Properti
Pilihan untuk hidup sederhana ini cukup menarik perhatian mengingat kapasitas finansial yang dimiliki Cook. Data terbaru menunjukkan kekayaan bersih pria ini mencapai angka 2 miliar dollar AS atau berkisar Rp 32,5 triliun.
Pundi-pundi kekayaan tersebut sebagian besar bersumber dari kepemilikan saham serta kompensasi selama dirinya menakhodai Apple. Perbedaan mencolok antara total kekayaan dan aset properti miliknya menjadikannya tokoh yang unik di Silicon Valley.
Keputusannya untuk tetap tinggal di rumah yang sama sejak belasan tahun lalu memperkuat citranya sebagai eksekutif yang tidak terobsesi pada kemewahan materi berlebih. Fenomena ini membuktikan bahwa nilai properti tidak selalu menjadi cerminan langsung dari total kekayaan seorang pemimpin teknologi global.