Pakar Bagikan Teknik Berkendara Mobil Listrik di Tanjakan Puncak

Pakar Bagikan Teknik Berkendara Mobil Listrik di Tanjakan Puncak
Foto: Ilustrasi Pakar Bagikan Teknik Berkendara Mobil Listrik di Tanjakan Puncak.

Pengemudi mobil listrik diimbau memahami teknik khusus saat melintasi jalur tanjakan curam di kawasan Puncak selama masa libur panjang Hari Buruh Internasional pada 1ÔÇô3 Mei 2026. Penyesuaian gaya berkendara ini diperlukan karena karakter penyaluran tenaga mesin listrik berbeda dengan kendaraan konvensional.

Kawasan wisata di Jawa Barat tersebut tetap menjadi pilihan utama masyarakat meski memiliki medan jalan yang didominasi tanjakan panjang dan berkelok. Penjelasan mengenai metode berkendara yang aman bagi pengguna kendaraan listrik dilansir dari Otomotif untuk meminimalkan risiko kehilangan tenaga di tengah lintasan.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menjelaskan bahwa stabilitas tenaga pada mobil listrik menjadi pembeda utama dibandingkan dengan mesin bensin atau diesel. Pengemudi tidak memiliki keleluasaan dalam memanipulasi tenaga hanya melalui injakan pedal gas secara mendadak.

"Pada prinsipnya sama saja, hanya ada perbedaan di mobil listrik memiliki power yang stabil berbeda dengan mobil berbahan bakar bensin atau diesel," kata Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI).

Menurut Sony, aspek momentum saat awal menanjak menjadi faktor krusial yang menentukan keberhasilan kendaraan melewati kemiringan jalan. Pengendara disarankan untuk menahan injakan gas pada posisi konstan agar performa mesin tetap terjaga maksimal hingga puncak tanjakan.

"Mobil listrik ketika di jalan yang menanjak power mesinnya tidak bisa dimanipulasi dengan memainkan pedal gas. Sehingga tetap butuh momentum di awal dan konstan menahan pedal gas secara maksimal," ujar Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI).

Selain teknis menginjak pedal, Sony mengingatkan pentingnya kepekaan pengemudi terhadap variabel eksternal kendaraan. Kondisi muatan dan panjang lintasan yang akan dilalui harus menjadi bahan pertimbangan sebelum kendaraan mulai mendaki.

"Tetapi tetap harus disesuaikan dengan panjangnya tanjakan, derajat kemiringan tanjakan serta bobot muatan," ujar Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI).

Pandangan lain datang dari Training Director The Real Driving Centre (RDC), Marcell Kurniawan, yang menekankan pada penilaian awal kondisi jalan. Ia menyebutkan bahwa kemampuan membaca medan dan pemilihan lajur yang tepat adalah langkah preventif yang paling mendasar bagi setiap pengemudi.

"Yang pasti nilai dulu kemiringan tanjakannya, kondisi jalannya dan pilih lajur yang tepat agar mobil kuat nanjak," ujar Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Centre (RDC).

Marcell juga menegaskan bahwa pemahaman akan kapasitas diri pengemudi dan batas kemampuan kendaraan harus berjalan beriringan. Meskipun secara teknis tidak ada perbedaan fundamental antara mobil listrik dan bensin dalam menghadapi tanjakan, persiapan yang matang tetap menjadi kunci kenyamanan perjalanan.

Artikel terkait

Rekomendasi