Taufik Hidayat Izinkan Atlet Bulu Tangkis Gunakan Psikolog Luar

Taufik Hidayat Izinkan Atlet Bulu Tangkis Gunakan Psikolog Luar
Foto: Ilustrasi Taufik Hidayat Izinkan Atlet Bulu Tangkis Gunakan Psikolog Luar.

Wakil Ketua Umum I PP PBSI Taufik Hidayat memberikan kebebasan kepada atlet untuk menggunakan jasa psikolog dari luar pelatnas guna mengatasi kendala nonteknis. Langkah ini diambil sebagai bagian dari evaluasi performa tim Indonesia setelah berlaga di ajang Thomas Cup 2026 pada Jumat (8/5/2026).

Kebijakan tersebut diputuskan untuk memastikan kondisi mental pemain tetap terjaga di tengah jadwal turnamen yang padat. Dilansir dari Detik Sport, Taufik menekankan pentingnya kecocokan antara atlet dan psikolog yang mendampingi mereka agar hasil yang dicapai bisa maksimal.

Mantan peraih emas Olimpiade tersebut menjelaskan bahwa masalah psikologis bersifat personal sehingga setiap individu memerlukan penanganan yang berbeda. Penegasan ini disampaikan Taufik dalam rapat pengurus bersama para pelatih di Pelatnas Cipayung.

"Jujur kemarin saya katakan di dalam rapat pengurus itu dengan pelatih. Saya bilang, dulu di PBSI ada ya psikolog, ada nutrisi. Tapi psikolog itu kan cocok-cocokan juga," kata Taufik Hidayat, Waketum I PP PBSI.

Pihak federasi tidak akan memaksakan penggunaan psikolog internal jika atlet merasa lebih nyaman dengan bantuan profesional dari pihak eksternal. Fleksibilitas ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada hasil pertandingan di lapangan.

"Ada yang bicara wewenang, ada bicara untuk secara global. Tiap anak permasalahannya beda-beda. Nah di sini juga memang ada yang psikolognya di luar, seperti apa. Ya kita, kurang apa, kita bebasin kita nggak memaksa anak itu untuk tetap psikolog di dalam," lanjut Taufik Hidayat.

Taufik juga menyoroti pentingnya sinkronisasi komunikasi antara psikolog luar dengan tim pendukung yang ada di dalam pelatnas. Hal ini bertujuan agar program pemulihan mental atlet berjalan selaras dengan agenda kepelatihan secara keseluruhan.

"Karena itu percuma juga. Kita kasih psikolog kalau ditanya 'Aman?' 'Aman', ditanya apa 'Siap'. Nah keluar (kalah) juga. Jadi kita enggak ada masalah, yang penting ada hasilnya. Kita komunikasi, psikolognya siapa dengan psikolog yang ada di dalam juga kita bisa sinkron," ungkap Taufik Hidayat.

Koordinasi yang solid antaranggota tim sangat krusial mengingat para atlet harus segera bertolak untuk mengikuti rangkaian tur Asia Tenggara. Jadwal turnamen yang akan dihadapi meliputi Thailand Open, Malaysia Masters, Singapore Open, hingga Indonesia Open yang bergulir pada 12 Mei sampai 7 Juni mendatang.

"Jangan sampai ada trauma dengan mereka masih kepikiran tentang Thomas Cup kekalahan kemarin itu.Dan ya besok hari minggu udah pergi ke Thailand lagi sebagian. Kayak Ginting, Ubed (Mohammad Zaki Ubaidillah) juga ada berangkat juga gitu loh," jelas Taufik Hidayat.

Staf pelatnas kini memiliki tugas berat untuk memulihkan kondisi psikis pemain dalam waktu singkat sebelum turnamen berikutnya dimulai. Taufik berharap para pemain tidak terbebani oleh kegagalan di masa lalu saat memasuki lapangan pertandingan baru.

"Nah, setelah itu ada Malaysia, ada Singapura. Jadi memang kita butuh timeline waktunya kapan nih. Jangan sampai nih anak berangkat ke Thailand ini dengan keadaan yang masih kepikiran di Thomas Cup. Jadi mau enggak mau pelatih di sini PR-nya berat juga, harus menghilangkan dalam waktu seminggu ini," pungkas Taufik Hidayat.

Artikel terkait

Rekomendasi