Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme terhadap penguatan ekonomi nasional yang diprediksi segera melampaui pola pertumbuhan stagnan pada angka 5 persen. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara simposium PT SMI di Jakarta pada Rabu (22/4/2026).
Dilansir dari Kompas, performa ekonomi saat ini dinilai telah menunjukkan tren penguatan yang signifikan di atas level rata-rata sebelumnya. Purbaya menegaskan bahwa Indonesia berhasil mempertahankan stabilitas di tengah perlambatan ekonomi global yang dialami banyak negara lain.
ÔÇ£Banyak negara mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi, tapi Indonesia masih tumbuh di kisaran 5 persen. Angka terakhir kita 5,39 persen,ÔÇØ kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Pemerintah kini membidik target yang lebih ambisius agar laju pertumbuhan ekonomi dapat mencapai level yang lebih tinggi dalam periode mendatang. Purbaya meyakini bahwa hambatan psikologis angka pertumbuhan tertentu sudah mulai teratasi.
ÔÇ£Hampir pasti kita sudah keluar dari kutukan pertumbuhan 5 persen. Jadi ke depan harusnya kita bisa tumbuh lebih cepat dari 5 persen,ÔÇØ ucap Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Penggunaan istilah pertumbuhan di kisaran 5 persen dikritik karena dianggap tidak mencerminkan adanya dorongan kebijakan yang maksimal dari pemerintah. Menurut Purbaya, angka tersebut bisa dicapai bahkan tanpa upaya ekstra, sehingga diperlukan kepemimpinan yang lebih progresif.
ÔÇ£Kalau pemimpinnya pintar bisa 6 persen. Kalau tidak melakukan apa-apa, tumbuhnya 5 persen saja. Jadi kalau 5 persen kelihatannya kita tidak melakukan apa-apa,ÔÇØ ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Strategi pemerintah ke depan adalah mendorong angka pertumbuhan menuju rentang 5,5 hingga 6 persen dengan tetap memprioritaskan stabilitas makroekonomi secara menyeluruh. Hal ini direncanakan tetap berjalan beriringan dengan pengelolaan defisit anggaran yang disiplin.
ÔÇ£Dengan defisit 3 persen kita masih bisa tumbuh di atas 5 persen, menuju 5,5 hingga 6 persen,ÔÇØ ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Pilar utama dari optimisme ini adalah fundamental ekonomi yang kokoh, ditandai dengan angka inflasi yang terkendali serta penjagaan kredibilitas fiskal. Selain itu, pemerintah berkomitmen memperkuat sektor riil guna memastikan likuiditas di dalam sistem perekonomian tetap terjaga.
ÔÇ£Kita akan ciptakan pertumbuhan yang lebih cepat dengan tetap menjaga kredibilitas fiskal,ÔÇØ ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.