Kalangan rumah sakit kini tengah menghadapi tantangan yang dipicu oleh perubahan regulasi. Salah satunya adalah implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang saat ini tengah melalui masa transisi. Kebijakan ini menghapus sistem kelas 1, 2, dan 3 menjadi satu standar fasilitas rawat inap tunggal. Kementerian Kesehatan menekankan, KRIS bertujuan mewujudkan kesetaraan, keadilan, dan pemerataan kualitas fasilitas medis.
Dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024 disebutkan 12 kriteria fasilitas yaitu komponen bangunan tidak boleh memiliki tingkat porositas yang tinggi (tidak mudah menyerap kotoran atau kelembaban), memenuhi pertukaran udara minimal 6 kali pergantian udara per jam, memenuhi standar pencahayaan buatan, serta ruangan wajib ber-AC dengan suhu stabil antara 20 hingga 26 derajat Celsius.
Selain itu, jarak antar tepi tempat tidur minimal 1,5 meter dan tidak menempel langsung pada dinding, satu ruangan rawat inap diisi maksimal 4 tempat tidur, setiap tempat tidur dilengkapi dengan minimal 2 kotak kontak dan bel perawat yang terhubung ke perawat. Ada pula nakas untuk setiap tempat tidur yang bisa ditutup dengan baik, serta tirai menggunakan bahan nonporosif, berwarna cerah, dan mudah dibersihkan.
Persyaratan lainnya, kamar mandi dalam ruangan yang dilengkapi dengan ventilasi, pintu yang terbuka ke luar serta memenuhi standar aksesibilitas kursi roda, ada pula akses langsung ke outlet oksigen dan saluran hisap. Pembagian ruangan dipisah berdasarkan jenis kelamin, usia, dan jenis penyakit (infeksi vs non-infeksi).
Pemerintah menargetkan implementasi KRIS untuk 83,7% rumah sakit di seluruh Indonesia. Rumah sakit milik pemerintah diwajibkan menyediakan minimal 60% tempat tidur standar KRIS, sedangkan rumah sakit swasta minimal 40%. Ruang perawatan intensif (ICU), isolasi, dan khusus (bersalin/perinatologi) dikecualikan dari standar ini.
Menyikapi berbagai tantangan terkait regulasi itu, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Jawa Timur Bangun Trapsila Purwaka menjelaskan saat ini terjadi fase perubahan di sektor perumahsakitan yang sangat cepat.
ÔÇ£Pemerintah sedang melakukan transformasi sistem kesehatan nasional, mulai dari pembaruan regulasi, penguatan sistem rujukan, perubahan standar pelayanan, hingga percepatan digitalisasi. Perubahan tersebut tentu membawa konsekuensi bagi rumah sakit untuk melakukan penyesuaian dalam aspek tata kelola organisasi, sistem pelayanan, pengelolaan keuangan, maupun penguatan SDM,ÔÇØ kata Bangun.
Bangun menambahkan, PERSI Wilayah Jawa Timur ingin mengajak kalangan rumah sakit untuk tidak hanya sekadar beradaptasi, tetapi juga melakukan transformasi menyeluruh. Transformasi mencakup peningkatan kualitas pelayanan, efisiensi operasional, pemanfaatan teknologi kesehatan, serta penguatan tata kelola organisasi.
ÔÇ£Dengan demikian rumah sakit diharapkan tetap mampu mempertahankan eksistensi sekaligus meningkatkan daya saing di tengah perubahan regulasi yang terus berkembang,ÔÇØ kata Bangun.
Berbagai tantangan serta upaya transformasi yang dilakukan rumah sakit itu, lanjut Bangun, akan dikupas pada rangkaian kegiatan Seminar, Workshop Perumahsakitan PERSI Wilayah Jawa Timur, dan Surabaya Hospital Expo yang diselenggarakan secara paralel dengan tema ÔÇ£Transformasi Rumah Sakit: Mempertahankan Eksistensi di Tengah Era Regulasi BaruÔÇØ yang akan digelar di Exhibition Hall, Grand City Convex, Surabaya, Jawa Timur, pada 19ÔÇô21 Mei 2026.
Selain itu, PERSI Wilayah Jawa Timur juga akan menggelar Pameran Layanan Kesehatan yang akan diadakan pada 19ÔÇô24 Mei 2026 di Main Atrium Grand City Mall, Surabaya, Jawa Timur, yang akan diikuti oleh RSUP Surabaya (RS Kemenkes Surabaya), RS Mawaddah Medika, RS Mata Masyarakat Jawa Timur, RSUD dr. Mohamad Soewandhie Kota Surabaya, RSUD dr. Soetomo, Waron Hospital, RS Ubaya, RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, serta BAMUTU RS (Badan Akreditasi Mutu Rumah Sakit).
Pameran yang diikuti rumah sakit serta badan akreditasi itu, kata Bangun, akan menjadi referensi bagi masyarakat dan kalangan rumah sakit tentang berbagai capaian yang diraih rumah sakit di Jawa Timur. Harapannya, kegiatan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan serta standar kualitas layanan rumah sakit.
Sementara itu, Hospital Expo menjadi jembatan penting antara rumah sakit dan industri alat kesehatan. Rumah sakit membutuhkan informasi mengenai teknologi yang relevan dengan kebutuhan pelayanan sekaligus memenuhi standar regulasi.
ÔÇ£Ini tidak hanya sekadar pameran produk, tetapi juga menjadi sarana edukasi, kolaborasi, dan percepatan transformasi teknologi di rumah sakit. Dukungan alat kesehatan dan teknologi medis saat ini menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan kualitas pelayanan rumah sakit. Regulasi kesehatan yang semakin berkembang juga menuntut rumah sakit untuk menggunakan peralatan yang memenuhi standar keselamatan pasien, akurasi diagnostik, serta efisiensi pelayanan,ÔÇØ ujar Bangun.
Bangun menjelaskan, sejumlah teknologi yang menjadi perhatian dalam Surabaya Hospital Expo di antaranya Hospital Information System (HIS) dan integrasi rekam medis elektronik, peralatan diagnostik modern seperti teknologi radiologi dan teknologi laboratorium klinik, alat kesehatan dan kebutuhan habis pakai, alat transportasi pendukung operasional, serta berbagai inovasi alat kesehatan yang mendukung peningkatan keselamatan pasien dan efisiensi pelayanan.
Teknologi-teknologi tersebut menjadi penting karena mendukung transformasi pelayanan menuju sistem pelayanan yang lebih modern dan terintegrasi. Saat ini jumlah rumah sakit yang beroperasi di Jawa Timur mencapai lebih dari 400 rumah sakit yang dimiliki pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI/Polri, dan swasta.
Direktur Marketing & Finance PT Okta Sejahtera Insani, Yudha Imam Sutedja, selaku penyelenggara Surabaya Hospital Expo ke-20, menyatakan peserta pameran mencapai 85 perusahaan yang terdiri atas produsen alat kesehatan dalam negeri dan mancanegara seperti China, India, Amerika Serikat, Italia, Jerman, Korea Selatan, Meksiko, Jepang, Pakistan, Finlandia, Taiwan, Malaysia, Turki, Sri Lanka, serta Spanyol.
ÔÇ£Dari domestik ada jaringan perangkat medis pintar yang terhubung ke internet, tirai rumah sakit, tabung oksigen khusus, pintu operasi khusus penangkal radiasi untuk ruang radioterapi, serta inkubator bayi. Sedangkan teknologi kesehatan terkini yang akan ditampilkan yaitu sistem bedah robotik untuk operasi invasif minimal yang meningkatkan presisi, keluwesan, dan akurasi.ÔÇØ
- Koperasi Desa Merah Putih Jadi Instrumen Strategis Ekonomi Kerakyatan Jatim 17/5/2026 16:14 Sinergi antara pemerintah di tingkat pusat dan daerah kini berada di fase paling krusial untuk memajukan sektor pertanian dan kelautan agar lebih maju dan berdaya saing.
- 12 Calon Jemaah Haji di Surabaya Tertunda Berangkat ke Tanah Suci karena Faktor Kesehatan 11/5/2026 19:55 Jumlah jemaah yang masih mengalami penundaan keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya tercatat sebanyak 12 orang yang terdiri atas 8 jemaah sakit, 2 pendamping
- Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Letusan Mencapai 800 Meter 11/5/2026 16:59 Gunung Semeru erupsi pada Senin (11/5/2026) pagi dengan tinggi kolom abu 800 meter. Status Level III (Siaga), masyarakat dilarang mendekat radius 5 km.
- Ekonomi Jawa Timur Triwulan I 2026 Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Jawa 07/5/2026 09:29 Ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96% pada Triwulan I 2026, menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa. Simak faktor pendorong dan kontribusi sektor strategisnya.
- Khofifah Targetkan Jawa Timur Jadi Lumbung Talenta Nasional Indonesia Emas 2045 05/5/2026 20:33 Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berkomitmen jadikan Jawa Timur lumbung talenta nasional melalui pemetaan SDM berbasis teknologi TalentDNA.
- Pemerintah Pangkas Birokrasi Alkes, Pelaku Usaha Wajib Pemutakhiran Data 15/5/2026 13:43 Kebijakan ini diambil untuk menghilangkan hambatan rantai pasok medis (supply chain) yang selama ini kerap terkendala oleh proses perpanjangan izin rutin setiap lima tahun.
- Alkes Berbasis AI Lokal Didorong Masuk Pasar 02/4/2026 10:47 Upaya mendorong kemandirian alat kesehatan dalam negeri mulai mengarah pada integrasi teknologi digital.
- Perkuat Infrastruktur Distribusi, Aset IRRA Tembus Rp2,43 Triliun 01/4/2026 21:14 Kenaikan laba yang melampaui pertumbuhan pendapatan ini mencerminkan keberhasilan perseroan dalam mempertajam portofolio produk strategis serta menjaga efisiensi operasional.
- Regulasi Alat Kesehatan Makin Ketat, Akurasi Dokumen Teknis Jadi Penentu Kelolosan Izin Edar 27/3/2026 16:19 Ketidakakuratan dokumen teknis saat ini menjadi kendala terbesar bagi pelaku industri dalam memenuhi standar regulator.
- Menkes Apresiasi Kontribusi Swasta Percepat Pemulihan Bencana Sumatra 13/3/2026 15:08 Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi langkah cepat sektor swasta dalam membantu mempercepat pemulihan fasilitas publik di daerah bencana.