Aktor Morgan Oey mengungkapkan berbagai kesulitan teknis saat menjalani proses syuting film horor terbaru karya sutradara Joko Anwar bertajuk Ghost in the Cell yang resmi dirilis di bioskop mulai Kamis, 16 April 2026.
Kesulitan utama muncul saat pengambilan gambar adegan kunci atau Golden Scene yang memerlukan ketahanan fisik ekstra dari para pemeran. Dilansir dari Detikcom, Morgan memerankan karakter tahanan bersama jajaran aktor lain seperti Abimana Aryasatya dan Aming.
"Itu satu scene tapi ada sekitar 14-15 halaman skenario," ujar Morgan Oey mengenai beban kerja yang ia hadapi dalam satu rangkaian pengambilan gambar tersebut.
Pendalaman materi untuk adegan krusial tersebut memakan waktu cukup panjang karena kompleksitas genre yang diusung dalam satu bingkai. Menurut pengakuan Morgan, adegan tersebut tidak hanya menuntut kemampuan fisik untuk sekuen aksi, tetapi juga transisi emosi yang dinamis.
"Practice-nya memakan waktu lama karena bukan cuma sekuen fighting, tapi ada drama dan komedinya juga," kata Morgan Oey. Kombinasi unsur laga, drama, dan komedi ini menjadi tantangan tersendiri bagi para aktor di lokasi syuting.
Film Ghost in the Cell mengangkat tema kehidupan di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) yang keras dengan bumbu kritik sosial. Hingga saat ini, lisensi penayangan film tersebut dilaporkan telah dikantongi oleh sekitar 86 negara di seluruh dunia.
Alur cerita berfokus pada situasi penjara yang berubah mencekam setelah kedatangan seorang narapidana baru berlatar belakang jurnalis. Sosok tersebut membawa teror gaib yang menyebabkan kematian beruntun para narapidana lainnya secara brutal.
Kematian-kematian tidak wajar di dalam lapas tersebut dipercaya berkaitan erat dengan kekuatan supranatural yang mengincar individu berenergi negatif. Film Ghost in the Cell sudah tersedia bagi penonton di bioskop-bioskop tanah air dan mancanegara sesuai jadwal distribusi internasional.