Inspeksi Baterai Jadi Tantangan Pasar Mobil Listrik Bekas di Indonesia

Inspeksi Baterai Jadi Tantangan Pasar Mobil Listrik Bekas di Indonesia
Foto: Ilustrasi Inspeksi Baterai Jadi Tantangan Pasar Mobil Listrik Bekas di Indonesia.

Pertumbuhan populasi kendaraan listrik di Indonesia kini merambah bursa mobil bekas, namun proses inspeksi komponen vital seperti baterai masih menghadapi kendala teknis yang signifikan bagi para pelaku usaha jual-beli kendaraan.

Kondisi tersebut berdampak pada sulitnya menilai kesehatan komponen utama mobil listrik secara akurat dibandingkan dengan kendaraan konvensional bermesin pembakaran. Sebagaimana dilansir dari Otomotif, tantangan ini muncul karena belum tersedianya metode pengecekan yang seragam untuk seluruh jenis baterai.

Pemilik Otospector, Jeffrey Andika, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini masih mengembangkan prosedur pemeriksaan khusus untuk unit kendaraan listrik demi menjamin kualitas bagi konsumen di Jakarta.

"Untuk sekarang, kita menerima inspeksi mobil listrik tapi masih dalam tahap pengembangan. Pengecekan baterainya sendiri belum bisa kita lakukan," kata Jeffrey Andika, Pemilik Otospector.

Pemeriksaan pada mobil listrik memerlukan pendekatan yang berbeda karena porsi nilai kendaraan terbesar terletak pada paket baterainya, bukan pada sektor mekanikal tradisional. Jeffrey menjelaskan bahwa mobil listrik sangat bergantung pada satu komponen inti yang sulit dianalisis tanpa bantuan alat khusus yang mumpuni.

"Kalau mobil listrik, kita tetap cek hal-hal umum seperti banjir, kaki-kaki, dan fitur. Tapi memang belum sampai ke baterai, karena itu butuh pendekatan yang berbeda," ujar Jeffrey Andika, Pemilik Otospector.

Layanan inspeksi saat ini masih terbatas pada pengecekan eksterior, interior, riwayat kerusakan akibat banjir, serta sistem kelistrikan pendukung. Sementara itu, komponen penggerak seperti transmisi dan motor listrik hanya diperiksa pada level fungsi dasar tanpa pengukuran degradasi teknis yang mendalam.

Hambatan utama dalam standarisasi ini adalah tidak adanya alat pemindai universal yang kompatibel dengan berbagai merek pabrikan kendaraan listrik yang memiliki karakteristik sistem berbeda-beda. Riset internal terus dilakukan untuk menemukan solusi pengukuran yang akurat seiring dengan perkembangan teknologi otomotif global.

Peningkatan kualitas dan akurasi hasil inspeksi dipandang sebagai faktor kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pasar kendaraan listrik bekas. Optimisme tetap ada bahwa solusi teknologi untuk menjawab kebutuhan standarisasi pengecekan baterai akan segera tercipta di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi