Sejumlah kapal tanker pengangkut minyak mentah dilaporkan mematikan sistem pelacakan otomatis saat melintasi Selat Hormuz demi menghindari potensi serangan dari pihak Iran pada Minggu (10/5/2026). Langkah ini diambil para eksportir untuk menjamin kelancaran distribusi energi global di tengah meningkatnya ketegangan wilayah.
Berdasarkan data pengiriman dari Kpler dan LSEG yang dilansir dari Detik Finance pada Senin (11/5/2026), dua kapal jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) terpantau melakukan prosedur tersebut. Kapal Agios Fanourios I dan Kiara M tercatat melewati jalur strategis tersebut dengan membawa beban besar.
Setiap kapal dilaporkan mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah asal Irak. Saat ini, Agios Fanourios I tengah berlayar menuju Vietnam dan dijadwalkan melakukan pembongkaran muatan di fasilitas Kilang dan Petrokimia Nghi Son pada 26 Mei mendatang.
Sementara itu, kapal tanker Kiara M yang berbendera San Marino juga telah meninggalkan wilayah Teluk pada hari Minggu. Kapal tersebut dioperasikan oleh perusahaan yang berpusat di Shanghai, Tiongkok, di bawah kepemilikan entitas yang terdaftar di Kepulauan Marshall.
Data tersebut juga mencatat pergerakan kapal VLCC Basrah Energy yang memuat 2 juta barel minyak mentah Upper Zakum dari terminal Zirku milik Abu Dhabi National Oil Co (ADNOC). Kapal berbendera Panama itu keluar dari Selat Hormuz pada 6 Mei setelah melakukan pemuatan pada awal bulan.
Basrah Energy kemudian menyelesaikan pembongkaran muatannya di Terminal Tanker Minyak Fujairah pada 8 Mei. ADNOC beserta para pembeli minyak mentah secara intensif mengirimkan armada melalui Selat Hormuz untuk mengeluarkan pasokan energi yang sempat tertahan akibat konflik di Timur Tengah.